Kamis, 01 Oktober 2020

NAPOLEON BONAPARTE TERNYATA SEORANG MUSLIM

Judul : Napoleon Bonaparte Ternyata Seorang Muslim
Penulis : RM. Irwan
Penerbit : Titik Media
ISBN : 978-602-7765-07-8
Layout : Muhammad Danang Kerianto
Cover : Muhammad Danang Kerianto
Tahun : 2012
Sampul : Soft Cover
Tebal :139 halaman
Rangking : ⭐⭐⭐⭐

BLURB

    Biografi tentang Napoleon Bonaparte begitu menarik perhatian seluruh dunia, siapa yang tidak mengenal Napoleon Bonaparte, seorang Jendral dan Kaisar Perancis. Namanya terdapat dalam urutan ke 34 dari seratus tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah yang ditulis oleh Michael H. Peperangan era Napoleon adalah serangkaian peperangan pada waktu Napoleon Bonaparte memerintah Negara Perancis pada tahun 1799-1815. Perang ini terjadi khususnya di benua Eropa, tetapi perang tersebut terjadi di beberapa tempat di benua lainnya dan merupakan kelanjuutan dari perang Revolusi Perancis, tepatnya pada tahun 1789. Perang ini menyebabkan perubahan besar sistem kemiliteran di Eropa.
     Banyak yang menceritakan bahwa Napoleon keturunan Makassar. Apakah benar ia adalah keturunan Sultan Hasanudin ?. Lalu mengapa Napoleon Bonaparte menyatakan ke-islamannya di hadapan dunia Internasional ?. Apa yang membuat Napoleon ini lebih memilih Islam daripada agama lainnya ?.
     Lalu apakah benar yang menyebabkan Napoleon Bonaparte meninggal dunia karena penyakit kanker lambung yeng telah dideritanya ?. Atau karena racun arsenik penyebab kematian Napoleon ?
    Anda akan temukan jawabannya dalam buku ini

Buku ini menceritakan sekilas biografi Napoleon Bonaparte yang disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami walau ada beberapa tatanan bahasa yang kurang pas sehingga menyebabkan kurang dapat di pahami maksudnya. Menceritakan awal Bonaparte lahir , sekolah, saat terjun ke militer, perang yang ia jalani hingga pembuangannya di Elba dan kemudian meninggal dunia. Napoleon Bonaparte adalah seorang jendral dan Kaisar Perancis kelahiran Ajaccio, Corsica pada tahun 1769. Ia berasal dari seorang keturunan bangsawan lokal dengan nama Napoleon di Buonaparte. Ayah nya adalah seorang pengacara dan ibunya adalah anak seorang insinyur sipil. Keluarganya memiliki kebangsawanan, serta koneksi yang luas sehingga Napoleon mampu belajar sampai jenjang yang lebih tinggi. 
Pada saat Napoleon datang ke Mesir, ia membawa 167 ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan karena pada saat itu Mesir berada pada kebodohan dan kemunduran. Kedatangannya ke Mesir bukan hanya untuk kepentingan militer saja namun untuk kepentingan ilmiah juga. Sosok Bonaparte adalah orang yang sangat revolusioner dan mempunyai keinginan memiliki wilayah kekuasaan yang luas. Namun dalam setiaap penaklukan wilayah, ia tidak hanya menaklukkan namun juga memperhatikan dan berusaha mengembangkan setiap bidang potensi yang ada di daerah taklukannya itu. Dalam kemegahan dunia yang dimilikinya saat itu ternyata belum mampu memuaskan batinnya dan membuat ia menjadi tidak tenang dan damai sehingga pada tanggal 2 juli 1798, Napoleon Bonaparte menyatakan keislamannya di hadapan dunia Internasional dan mengganti namanya menjadi 'Aly (Ali) Napoleon Bonaparte'. 
Dari buku ini dapat diasimpulkan bahwa Napoleon adalah seorang yang cerdas, pintar, berwawasan luas, dan pandai dalam strategi perang yang menyebabkan ia selalu menang dalam setiap peperangan yang dipimpinnya, tak heran sosoknya tetap dikagumi hingga kini. Ia merupakan salah satu contoh dari pribadi muslim yang sukses sebagai minoritas di Perancis.

Selasa, 28 Juli 2020

RESENSI BUKU SIMBOL-SIMBOL ILLUMINATI DI ARAB SAUDI

Judul :Simbol-Simbol Illuminati Di Arab Saudi
Penulis : Muhammad Abu Ezza
Penerbit : Pyramid
ISBN : 978-602-1258-76-7
Pewajah Sampul : Pyramid Kreatif
Pewajah Isi : Pyramid Kreatif
Penyunting : Tim Pyramid
Cetakan : I
Tahun : 2014
Tebal : 240 halaman
Rating : ⭐⭐⭐⭐⭐


SINOPSIS

Arab Saudi, negara yang mengklaim sebagai Khadimul Haramain (Pelayan Dua Tanah Suci : Mekkah dan Madinah), ternyata berada dalam bayang-bayang Illuminati. Buktinya sangat nyata dan kentara. Banyak bangunan pemerintah di negara itu yang mengandung simbol-simbol Illuminati. Bahkan logo-logo resmi pemerintahan juga terdapat simbol Illuminati, seperti : Tugu Geometri di Jeddah, Al-Faisaliah Tower, Monumen Jeddah Eye, Tugu Atom di Jeddah, Tugu Bolia di Jeddah, Pelabuhan Jizan di Arab Saudi Selatan, Menara jam Mekah dan Menara Mata Satu dalam film Lord Of The Ring sama bentuknya dengan jam Big Ben di Inggris.

⏩⏪

Buku ini berisi tentang salah satu ordo yang sebenarnya sudah ada dari sejak jaman dahulu yakni Illuminati. Illuminati tidak berdiri sendiri namun ditopang oleh Fremansory, Zionis yang mana merupakan ordo bentukan dari kaum Kabbalis. Semua bentukan kaum Kabbalis ini merupakan perkumpulan yang tersembunyi alias tidak terang-terangan muncul di permukaan. Ordo ini beranggotakan para ilmuwan, pejabat dan berbagai macam orang kaya dan mempunyai pengaruh lainnya. Keinginan  utama mereka adalah menaklukkan dunia dan negara-negara berpengaruh dan untuk mewujudkannya mereka membutuhkan dukungan dari orang-orang penting dan berkuasa agar dapat sedikit demi sedikit menyebarkan propaganda-propaganda yang sesuai dengan cita-cita ordo tersebut.
Salah seorang ilmuwan bernama Mohammad Shaker berusaha mengungkap hal-hal rahasia di balik berdirinya kerajaan Arab Saudi melalui bukunya yang berjudul 'Ali Saud min Aina wa Ila Aina?' . Buku ini menemukan fakta mengenai asal muasal Dinasti Saudi, garis genealoginya dan asal usul dari trah Anza Bin Wael, keturunan Yahudi Militan. Isi dari buku ini di eksplore secara mendetail sehingga memberikan gambaran atas pertanyaan mengenai absennya Arab Saudi terhadap konflik Palestina-Israel. Namun karena buku inilah ia dibunuh dan keluarganya diancam. Inilah salah satu bukti betapa tertutupnya misi rahasia mereka.
Di Mekah sendiripun telah banyak bangunan-bangunan bersejarah, seperti rumah Rasulullah, tempat kelahiran, rumah Sayyidahn Khadijah ra, tempat kelahiran Sayyidah Fathimah ra, dihancurkan hanya untuk memperluas pembangunan-pembangunan di sekitar Kakbah. Selain itu bangunan bersejarah lainnya pun telah habis dihancurkan hanya untuk membangun sebuah hotelmewah dengan logo ordo yang tersembunyi. Ini membuktikan betapa kuatnya mereka untuk mewujudkan cita-cita.

Buku ini menyajikan informasi yang sangat menarik dan sekaligus membuat tercengang, namun mungkin kita tidak bisa langsung saja percaya tanpa mencari bukti-bukti dari berbagai sumber terpercaya lainnya karena hal yang diungkap adalah hal yang sangat riskan sehingga membutuhkan buktiyang lebih kuat lagi.



Senin, 27 Juli 2020

RESENSI NOVEL MICHELANGELO'S SECRET

Judul Asli : Michelangelo's Notebook
Judul Terjemahan : Michelangelo's Secret
Penulis : Paul Christhopher
Penerjemah : Nadiah Alwi
Penyunting : Yudi
Penerbit : Dastan Books
Cetakan/Tahun : I/2014
Tebal : 300 halaman
Ukuran : 12,5 x 19 cm
ISBN : 978-602-247-201-8
Genre : Thriller
Rating : ⭐⭐⭐⭐⭐



BLURB


Finn Ryan, mahasiswi sejarah seni New York University, menemukan gambar jasad wanita terpotomg-potong guratan Michelangelo, diperkirakan berasal dari buku catatan Michelangelo yang keberadaannya nyaris dianggap mitos.Namun, sejak itu ia hidup dalam ketakutan. Penemuan ini menyeretnya ke dalam pusaran konspirasi mematikan yang mengancam hidupnya dan orang-orang disekitarnya. Malam itu, seseorang menerobos masuk apartemennya, membunuh pacarnya, dan mengambil salinan gambar yang ia buat. Dalam pelarian, Finn bertemu dengan seorang pedagang buku kuno yang misterius. Keduanya bersama-sama membalik lembaran sejarah dan berusaha mengungkap lingkaran konspirasi. Namun akibatnya, setiap orang yang mereka temui, tewas!. Seorang pembunuh berada selangkah di belakang mereka, berusaha menghentikan mereka agar tidak mengungkap rahasia mengejutkan yang berakar di jantung Vatikan!.
⏩⏪

SINOPSIS

 Finn Ryan adalah seorang mahasiswi sejarah seni New York University, yang mempunyai pekerjaan paruh waktu di museum seni Parker-Hale. Tugasnya adalah memeriksa apakah nomor inventaris, nomor slide dan nomor sumbernya cocok. Tugas yang sederhana namun cukup membosankan. Suatu hari saat ia tengah melaksanakan tugasnya di museum Parker-Hale, ia melihat di sebuah laci ada salah satu lukisan tersangkut ke dalam sebuah celah kecil di belakang laci dan hampir tak terlihat. Dengan hati-hati, ia mencoba untuk meraih lukisan itu. Sebuah lukisan berukuran 6 x 8 inci, terpotong kasar atau barangkali robek pada sisi kirinya. Namun melalui sampul asetat dapat dilihat bahwa kertas itu merupakan kulit berkualitas tinggi, mungkin kulit domba yang digosok dengan kapur dan batu apung. Lukisan itu berkualitas sangat bagus, bergambar seorang wanita; yang sangat detail dan menarik namun bukan gambaran seperti pada umumnya seorang wanita, lebih tepatnya tampak seperti sebuah potret autopsi anatomis dari seorang wanita paruh baya yang disajikan dengan sangat indah. Ia heran mengapa lukisan ini bisa tiba-tiba terselip di laci tersebut. 

Finn kemudian mengamati dengan seksama, satu tahun ia habiskan untuk mempelajari karya dan masa hidup Michelangelo dan tulisan yang menubruk sisi kiri dan kanan lukisanj itu mirip seperti contoh-contoh yang telah ia lihat dalam naskah kecil dan tipis Michelangelo. Tanpa berlama-lama, ia segera memotret lukisan itu lalu menyimpan kameranya, berharap tak ada orang yang melihatnya karena direktur museum, Alex Crawley adalah seorang pemimpin yang sangat teguh memegang aturan. Untuk sekedar memotret di museum, harus melalui serangkaian panjang dokumen, izin-izin dan tulis menulis yang jelas terlebih dahulu.

Kembali ke tugasnya, ia membawa lukisan itu untuk dicocokkan dengan nomor inventaris sampulnya dengan data yang ada di komputer namun anehnya di layar kompuer tersebut tertulis tidak diarsipkan, hal ini membuatnya bingung. setelah memeriksa lebih lanjut nomor inventaris itu dalam data komputer, merupakan karya Urbino, dibeli dari koleksi pribadi Hoffman Gallery, cabang Swiss tahun 1924. Saat ia tengah asik memeriksa kejelasan lukisan itu, tiba-tiba ia dikejutkan oleh kedatangan  Alex Crawley yang tampak tidak senang dan sangat marah. Finn lalu menceritakan apa yang sedang ia lakukan, namun menurut  Alex lukisan ini bukanlah karya Michelangelo dan Finn bersikeras bahwa ini adalah karya Michelangelo, lalu terjadilah perdebatan yang sangat sengit yang pada akhirnya menyebabkan Finn dipecat dari museum.

Dengan hati kecewa, bingung, marah, ia kembali ke apartemennya dan teringat bahwa ada janji dengan teman laki-lakinya nanti malam. Sepulang dari makan malam dengan Peter, saat akan memasuki apartemennya, ia dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang muncul dengan tiba-tiba tanpa suara dan sesuatu menghantam samping kepalanya, sesaat sebelum ia pingsan, hanya teriakan menakutkan yang ia dengar. Di sisi lain Ternyata Alex Crawley sang direktur museum ditemukan  tewas dengan cara yang sangat mengerikan. Seseorang telah menghujamkan sebilah belati koumnya, senjata tradisional Maroko, ke dalam mulutnya, mengiris ke atas dan tembus sampai otak. Letnan Delaney yang menangani kasus ini kemudian menemui Finn yang diketahui sempat beradu mulut sebelum Alex terbunuh.

Bagi Finn kejadian demi kejadian yang dialami membuatnya bingung danmerasa seperti mimpi. Peter tewas, begitu juga Alex, hanya beberapa jam setelah ia menemukan lukisan itu. Dan sekarang ia kembali dibuntuti oleh seseorang yang tidak ia kenal, dalam perjalanannya menuju sebuah hotel dimana ia ingin mengasingkan diri sejenak. Namun hal ini sulit dilakukan karena ia merasa nyawanya terancam dengan penguntit yang terus berusaha untuk menghabisinya. Finn kemudian menghubungi seseorang, seperti pesan ibunya bila menemui kesulitan maka ia harus menghubungi orang tersebut. 

Dr. Valentine menerima Finn dan berusaha untuk membantunya memecahkan misteri ini. Pencarian mereka menuju pada sekolah menengah Greyfriars berdasarkan info dari seorang informan untuk melacak asal usul belati yang digunakan si pembunuh. Namun di sini pun belum menemui titik terang. Pencarian demi pencarian pun dilakukan dengan ketegangan yang memacu adrenalin dan sementara itu masih terjadi pembunuhan demi pembunuhan yang ternyata berkaitan satu sama lain. Finn hanya berharap ia kan menemui titik terang dari semua kejadian yang membingungkan ini.

                                                                          ⏩⏪                                                                                           
Novel ini karya paul christopher yang sangat thriller di setiap sisi ceritanya. Ia menggambarkan setiap isi cerita dengan sangat sederhana, mudah dipahami dan membuat pembaca mengembangkan imajinasi mereka untuk terhanyut dalam ceritanya. Di setiap tulisannya mengandung misteri, dan adrenalin yang menegangkan, membuat pembaca terus saja menebak-nebak akhir dari ceirta ini. Novel ini menggunakan alur maju mundur untuk menggambarkan kejadian silam yang berkaitan dengan kejadian sekarang namun tetap saja masih menjadi misteri yang hanya dapat terpecahkan saat sudah selesai membaca akhir kisahnya.

Jumat, 24 Juli 2020

RESENSI NOVEL THE MAESTRO

THE MAESTRO

Judul Asli : In For The Kill
Judul Terjemahan : The Maestro
Penulis : John Lutz
Penerbit : Dastan Books
ISBN : 978-602-247-205-6
Penerjemah : Slamet Handi Hartadi
Penyunting : Yus Ariyanto
Cetakan : I Tahun 2014
Tebal : 484 halaman
Ukuran : 12,5 x 19 cm

BLURB

Seketika kota New York digemparkan oleh tiga kasus pembunuhan yang amat sadis. Ketiga korban adalah wanita. Si pelaku dijuluki The Butcher (si penjagal). Ia memotong-motong jasad para korban dengan rapi dan menyusunnya menjadi sebuah bentuk piramida yang mengerikan - mirip tumpukan lego dari daging manusia!.

Kepala polisi New York, Chief Harley Renz, sadar kalau The Butcher adalah seorang penjahat genius dan pihak kepolisian menemui jalan buntu. Renz pun memanggil kembali seorang detektif pensiunan NYPD, Frank Quinn,untuk memimpin penyelidikkan kasus ini.

Bagi Quinn, kasus ini bersifat lebih pribadi sertelah melihat inisial nama ke tiga korban yang membentuk namanya, Q - U - I. The Butcher tampaknya ingin menyampaikan npesan khusus kepada Quinn. Kasus ini seperti menjadi ajang pembuktian siapa yang lebih unggul - seorang detektif tua berpengalaman atau pembunuh berantai yang brilian. Quinn harus segera mengungkap siapa The Butcher sebenarnya, sebelum korban-korbannya (dengan inisial N) kembali berjatuhan...

RESENSI

Novel karya John Lutz ini merupakan salah satu serial yang tokohnya adalah  Frank Quinn dengan judul asli In For The Kill. John Lutz menghasilkan 10 novel dengan serial tokoh utamanya adalah Frank Quinn. John Lutz merupakan presiden dari Mystery Writers of America dan Private Eye Writers of America. Novel The Maestro ini merupakan salah satu novel yang meraih penghargaan Shamus & Edgar Award, masih banyak penghargaan lain yang diberikan untuk karya-karya dari John Lutz.

Novel ini mengambil setting di kota New York, dimana terjadi sebuah pembunuhan yang sadis karena korban dimutilasi dengan sangat rapi layaknya seorang penjagal yang telah terlatih memotong-motong korban jagalnya. Frank Quinn seorang detektif yang telah pensiun kembali bertugas dibantu dengan 2 rekan sejawatnya yakni Pearl dan Fedderman. Korban diketahui adalah semua berjenis kelamin wanita, berambut coklat. Kematian para korban disebabkan karena tenggelam dan kemudian kemungkinan di mutilasi dengan menggunakan  alat-alat dan cara yang sama dan sangat rapih untuk semua korban sehingga tidak terdapat sidik jari di tempat kejadian perkara, Sungguh seorang yang sangat genius.

"Para korban ditenggelamkan di dalam bak mandi mereka dan ada bekas-bekas lakban yang digunakan untuk mengikat dan menutup mulut mereka. Setelah itu mereka dipotong-potong dengan kemahiran seorang ahli bedah, anggota-anggota tubuh mereka ditumpuk dalam urutan yang sama dari bawah ke atas; torso, paha, betis, tangan dan kepala. Si Pembunuh menyalakan pancuran, menggunakan sampo cair atau bahan pembersih apa saja yang tersedia ke bagian-bagian tubuh tersebut sampai setiap jejak darah yang terlihat hilang ke saluran pembuangan, hanya meninggalkan jenazah pucat korban." (hal. 21)

Sebelum kasus ke 3 korban terpecahkan, muncul korban ke 4 dengan cara pembunuhan yang sama seperti ke 3 korban lainnya, hanya saja kali ini korbannya lebih tua umurnya dari ke 3 korban sebelumnya. Kenaehan mulai terjadi di korban ke 3 ini selain umurnya yang lebih tua ternyata korban memiliki tanggal lahir yang sama dengan Frank Quinn. Selain itu dari korban 1 sampai ke 4 secara tidak sengaja telah menunjuk pada sebuah misteri karena huruf awal dari nama keluarga apabila di urutkan satu persatu dari semua korban akan menurujuk pada nama Quinn, namun Quinn sendiri memiliki 5 huruf sehingga dapat dikatakan akan ada satu korban lagi untuk melengkapi nama Quinn. 

"Itu berarti si pembunuh mengarahkan polisi untuk menugaskan Quinn, dan kita untuk melacaknya kata Fedderman. Mengeja nama Quinn , dia menyelesaikan apa yang sudah dia mulai dan dia memilih seorang korban dengan tanggal lahir Quinn supaya kita tidak memiliki keraguan tentang apa yang dia lakukan." (hal. 88) 

Korban ke 5 seorang wanita bernama Marilyn Nelson, seorang wanita berambut pirang hasil dari mengecat rambutnya, muda, menarik, dan yang fakta yang paling menarik adalah bahwa jam kematian korban kurang dari 3 jam, padahal korban sebelumnya ditemukan lebih dari 3 jam. 
"Itu berarti, si pembunuh pasti menelepon polisi tanpa menyebutkan namanya tidak lama setelah membunuh Marilyn Nelson, korban N keduanya. Kemungkinan pelaku tidak mau menunggu agar tubuh korbannya ditemukan oleh orang lain selain Polisi sehingga kemungkinan ia sudah merencanakan panggilan telepon ke kantor Polisi. Dia mau Merilyn Nelson dilihat Quinn dan kawan-kawan persis seperti saat dia meninggalkannya supaya helaian rambut gelap selangkangan itu pasti ditemukan. Menyodorkan permainan yang mengerikan." 

Setelah terdapat 5 korban, suatu hari Quinn mendapat surat yang dikirim kepadanya melalui Kepolisian New York,berisi :
Darah merah di langit biru. Orang-orang yang bodoh masuk dengan tergesa-gesa. Begitu juga polisi.
Si Jagal 
Surat itu telah diperiksa laboratorium dan tidak menemukan hasil yang berarti. Si jagal sangat genius dan hati-hati sehingga penyelidikkan kasus ini cukup membuat polisi menemui jalan buntu. Si jagal telah berhasil mempermainkan pihak polisi rupanya. Lalu muncul kembali korban-korban selanjutnya dan tetap belum dapat menyingkapkan kasus sebenarnya. Namun tiba-tiba muncullah seseorang yang tidak terduga, yang mengaku sebagai saudara tiri dan ibu dari si jagal yang ternyata mereka ber dua mencari si jagal. Keadaan ini membuat pihak polisi mendapatkan secercah harapan untuk dapat keluar dari jalan buntu. Dengan adanya pihak keluarga yang muncul diharapkan dapat membantu mereka mendapatkan informasi mengenai si jagal ini karena biasanya seorang pembunuh berantai berkaitan erat dengan masa lalu kelam yang didapatnya dari keluarga. Pada akhirnya 2 orang keluarga inti bekerjasama dengan tim Quinn untuk berusaha menghentikan aksi si jagalyang genius ini.

⏩⏪

Novel ini merupakan novel bergenre thriller yang sangat menarik untuk dibaca karena penulis dapat membawa pembaca ikut merasakan adrenalin yang kuat pada setiap cerita yang menegangkan terjadi. Bahasanya sangat mudah untuk dipahami, dapat membangkitkan imajinasi pembacanya. Ilustrasi cover menarik dan lembut menyiratkan sesuatu yang misteri. Setiap kejadian penting seperti situasi di tempat perkara kejadian pembunuhan dipaparkan  detail seakan memberi informasi kepada pembacanya tentang situasi yang sebenarnya di tempat tersebut.

Tokoh Quinn mempunyai karakter yang sangat kuat dan keras berusaha untuk menyingkap kasus ini di imbangi dengan karakter fedderman yang santai dan berkepala dingin serta Pearl yang cepat naik emosinya, mereka ber tiga merupakan tim yang hebat dan dapat bekerjasama dengan baik untuk memecahkan kasus. Sedangkan tokoh si jagal digambarkan sebagai orang yang tidak punya hati karena tega memutilasi korban sedemikian rupa dan menyusun setiap potongan tubuh layaknya karya picasso, mempunyai strategi yang tidak dapat ditebak yang dapat membuat tim polisi kebingungan dalam mengikuti permainannya.

Novel ini aku beri rating 5 ★★★★★ yang berarti sangat direkomendasikan bagi pecinta novel thriller.

Senin, 08 Juni 2020

JURASSIC PARK

IDENTITAS

  • Judul Asli : Jurassic Park
  • Judul Terjemahan : Taman Jurassic
  • Penulis : Michael Crichton
  • Alih Bahasa : Hendarto Setiadi
  • Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
  • Terbit : Tahun 1997
  • ISBN : 979-605-535-X
  • Halaman : 627 
BLURB


Telah ditemukan teknik canggih dalam perolehan dan cloning DNA dinosaurus. Kini salah satu khayalan manusia yang paling mendebarkan sudah terwujud. Makhluk yang sudah punah selama beribu-ribu juta tahun kini berkeliaran di Jurassic Park, dan seluruh dunia dapat mengunjungi taman satwa itu. Sampai timbul masalah.
Berbagai predator buas mengganas saat sistem kemanan taman sesaat lumpuh. Korban berjatuhan; diterkam, dilumat dan dikoyak habis. Tim peninjau terpecah dua, masing-masing harus berjuang bertahan hidup. Alan Grant, profesor paleontologi University of Denver, berpacu dengan maut untuk menyelamatkan dua bocah belasan tahun dari buruan raja dinosaurus, T-Rex. Ellie Sattler, ahli paleobotani serta para anggota tim mengerahkan seluruh kemampuan dan keberanian untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan taman dan melumpuhkan amukan para monster purba. Sementara itu, pembantaian terus berlangsung, satu per satu anggota tim ekspedisi dan pengelola taman jatuh dalam cengkeraman maut predator era Jurassic.


KELEBIHAN
  • Sepereti biasa semua buku Michael Crichton mempunyai ide, setting dan alur yang menarik
  • Pembaca seakan terhipnotis dan ikut dalam petualangan 
  • Dengan tema dinosaurus yang telah punah dan dibalut dengan berbagai kejadian yang mencekam menambah keseruan dari buku ini


KELEMAHAN
  • Adanya beberapa bahasa ilmiah yang agak asing bagi orang awam 
  • Banyaknya penjelasan panjang dengan kalimat science yang kadang membuat bosan membacanya

SPHERE

SPHERE


IDENTITAS

  • Judul Asli : Sphere
  • Judul Terjemahan : Bola Asing
  • Penulis : Michael Crichton
  • Penerbit : PT. Gramedia  Pustaka Utama
  • Alih Bahasa : Andang. H. Sutopo
  • Terbit : Tahun 1997
  • Halaman/Isi : 543 Halaman
BLURB

Di kedalaman Samudra Pasifik, tiga ratus meter di bawah permukaan air, sebuah kapal yang maha besar ditemukan karam. 
Segera sekelompok ilmuwan Amerika diturunkan bersama ke dalam lautan untuk menyelidiki penemuan yang menakjubkan ini.
Apa yang mereka temukan ternyata menyimpang dari bayangan mereka dan membangkitkan rasa ingin tahu mereka untuk menemukan penjelasan yang masuk akal. Benda itu adalah pesawat angkasa luar dengan ukuran luar biasa!. Sama sekali tidak mengalami kerusakan walaupun telah terjatuh dari langit. Dan, yang paling mengejutkan, benda ini paling tidak berasal dari masa tiga ratus tahun yang akan datang....

KELEBIHAN
  • Ide ceritanya sangat menarik
  • Covernya menarik karena menunjukkan akan adanya sebuah misteri
  • Pembaca seolah-olah ikut merasakan petualangan yang terjadi dalam cerita 
  • Cocok untuk pecinta Science
KEKURANGAN
  • Bahasanya banyak yang sulit dipahami karena sebagian besar menggunakan bahasa ilmiah dan banyaknya penjelasan yang panjang tentang science sehingga agak membosankan bagi pembaca yang awam



Sabtu, 18 Januari 2020

MESSIAH CONSPIRACY

Judul Asli : The Last Templar
Judul Terjemahan : Messiah Conspiracy
Pengarang : Raymond Khoury
Penerbit :Dastan Books
Tebal : 668 halaman
Ukuran : 14 x 21 cm
Cetakan : 1, Jakarta 2007
ISBN : 979-3972-15-7
Kategori : Fiksi
Genre : Thriller



BLURB

Tahun 1291 Masehi, Jerusalem jatuh ke tangan orang-orang Muslim. Sejumlah Ksatria Templar berhasil meloloskan diri dari kota dengan menggunakan kapal The Falcon Temple. Mereka membawa serta sebuah rahasia besar yang telah terpendam selama ribuan tahun. Sejak itu, mereka menghilang tanpa jejak.

Di Manhattan masa kini, empat orang penunggang kuda berpakaian seperti Ksatria Templar merangsek masuk ke Metropolitan Museum of Art. Mereka menyerang dan membunuh siapa saja yang menghalangi, lalu keluar dari museum dengan membawa sebuah rotor pembuat sandi peninggalan abad ke - 16.

FBI segera melakukan investigasi yang dipimpin oleh seorang agen anti teroris, Sean Reilly. Temuan awal mereka begitu mengejutkan : Satu demi satu penunggang kuda tersebut ditemukan dalam keadaan tewas!. Bersama Tess Chaykin, arkeolog yang menjadi saksi kejadian di museum, Sean menemukan indikasi bahwa rotor yang dicuri itu behubungan dengan menghilangnya The Falcon Temple beserta para penumpang dan rahasia yang dibawanya. Bahkan mungkin rotor itu merupakan kunci dari rahasia yang telah tersembunyi selama dua milenium. Rahasia besar yang kemungkinan berupa: Injil Kristus.... Injil yang ditulis oleh tangan Kristus sendiri!.

Injil Kristus diperkirakan memuat banyak hal yang tidak selaras dengan keyakinan masyarakat masa kini. Tentu hal ini akan sangat merugikan banyak pihak. Investigasipun berubah menjadi pertempuran berdarah. Sean dan Tess terseret arus konspirasi internasional yang mematikan, melintasi tiga benua - dari Manhattan ke pegunungan di Turki lalu ke kepulauan terpencil di Yunani, hingga ke jantung Vatikan!. Bila benar-benar eksis, pengungkapan Injil Kristus niscaya  bakal mengguncang agama-agama mapan. Pengungkapan Injil Kristus akan mengubah peta kekuatan dunia, membalik nasib begitu banyak orang seperti membalikkan telapak tangan. Peradaban masyarakat modern pun dipertaruhkan...

REVIEW
Novel ini seperti halnya dengan novel lainnya yang mengambil tema pencarian harta karun, sangat penuh dengan petualangan seru, menegangkan. Penyelidikan demi penyelidikkan yang dibumbui dengan suasana yang memacu adrenalin menambah poin plus tersendiri.