Tampilkan postingan dengan label resensi novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi novel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 September 2024

RESENSI TEROR DI CIJANTUNG

 Judul : Teror Di Cijantung

Penulis : Erby S

Penerbit : Anak Hebat

Tebal : 280 halaman

ISBN : 9786237115540

Cetakan : 1, April 2019

Peresensi : Elok mayangsari

Kalau dilihat dari judulnya sudah pasti dikira buku ini bergenre horor atau kisah tentang hantu atau setan yang meneror keluarga sebagai akibat dari perjanjian keramat yang dilakukan. Tapi ternyata salah besar, teror yang dimaksud disini tidak berkaitan dengan perhantuan melainkan lebih menegangkan lagi. Sebuah keluarga yang tadinya memaksakan untuk dapat hidup dengan mewah walaupun dengan gaji yang pas-pasan hanya karena harga diri yang tinggi, menjadi terpuruk karena Andri sang kepala keluarga harus kehilangan pekerjaannya. Dipecat dengan tidak hormat dan tanpa pesangon akibat dari ulahnya yang ketahuan mencuri di kantor. Pindah ke kota lain dengan rumah yang sederhana, tanpa pekerjaan tapi tetap berusaha hidup mewah demi tidak ingin membuat dua anaknya kecewa. Saat kondisi semakin sulit karena pesangon hampir habis dan kebutuhan tetap harus terpenuhi, maka Andri dan istri berusaha meminjam uang pada tetangga sebelah. Namun siapa sangka, bujuk rayu setan lebih dominan sehingga Andri membunuh kedua pasutri itu dengan keji dan mengambil semua uangnya. Dan yang lebih seram lagi ke dua korban dimutilasi dan di simpan di dalam kulkas. Awalnya mereka hanya mencari amannya saja namun saat uang rampasan telah menipis hanya untuk memenuhi hasrat setiap saat mengkonsumsi makanan enak, tak disangka mereka melakukan hal gila. Mereka menyayat potongan tubuh korban dan memasaknya menjadi opor untuk disantap sekeluarga. Ke dua anaknya tidak curiga, bagi mereka makan daging setiap hari terasa sangat nikmat namun setelah hal itu terbongkar, lagi-lagi terpedaya bujukan iblis, dua anak muda ini malah mendukung oarangtuanya, sungguh keluarga yang gila. Kalau dulu mereka berpikir bahwa dengan uang maka bisa makan enak setiap hari namun sekarang yang ada dipikiran mereka adalah bagaimana cara agar bisa makan daging manusia setiap hari, ya mereka telah kecanduan. Daging manusia yang gurih, nikmat melebihi daging apapun membuat candu karena bisa meyebabkan rasa damai, bahagia, yang tidak pernah dirasakan sebelumnya.

Kisah ini benar-benar membuat "speechles", membayangkannya saja sudah mengerikan. Bagaimana mungkin kecanduan memakan daging manusia. Ide ceritanya bagus banget, dikemas dalam tulisan yang ringan, mudah dipahami namun mampu membuat tercengang. Sangat rekomended. 

Selasa, 10 September 2024

RESENSI LASMI

 Judul : Lasmi

Penulis : Falen & Ara

Penerbit  : Medikita

ISBN : 978-979-794-612-8

Cetakan : 1, jakarta 2020

Tebal : 262 halaman

Genre : Horor

Peresensi : Elok mayangsari


Lasmi merupakan sebuah cerita horor dimana penulis yanng secara tidak sengaja bertemu dengan Lasmi melalui sebuah media spiritual dan ia menceritakan kisah hidupnya pada penulis. Penulis sendiri memang bergabung dalam tim supranatural yang bernama Saskara. 

Lasmi adalah gadis desa yang sebatang kara, hidup dalam asuhan Bi Entin, bibinya. Mereka bekerja sebagai pemetik daun teh di perkebunan teh milik seorang Kolonial Belanda. Suatu hari Lasmi bertemu dengan Asep, seorang pemuda yang sedang mengantar hasil panen tomat pada tengkulak. Benih-benih cinta mulai tumbuh dan kemudian Asep pun menikah dengan Lasmi. Kehidupan rumah tangga mereka sangat bahagia, Lasmi pun menjadi sinden atas bimbingan dari Mertuanya. Dari panggung ke panggung ditemani Asep dan rombongan nya ia menjadi primadona. Namun karena hamil, Lasmi pun sempat berhenti untuk manggung, tetapi suatu hari ia merasa sepeti ngidam untuk menyinden. Asep dengan berat hati mengijinkannya untuk manggung sekali ini saja karena Lasmi sedang mengandung buah cinta mereka. Namun naas, hari itu ternyata menjadi hari terakhir Lasmi naik ke panggung. Ia tewas menjadi korban tabrak lari sepulangya dari manggung. Lasmi merasa marah, kecewa, sedih hingga tiba-tiba rohnya menjadi sosok kuntilanak yang ganas, beraura dingin,bermata merah menyala. Ia tidak terima mati mengenaskan. Asep pun merasa dunianya hancur seketika, ia berjanji akan selalu menjaga pernikahan suci ini dan Lasmi selalu mendampingi Asep meski dalam wujud yang berbeda. 

Novel ini bercerita tentang sebuah kesetiaan yang abadi, cinta pertama yang tetap bersemayam di hati hingga hari akhir. Asep yang ditinggal Lasmi tetap menjaga cinta mereka meskipun ada Nenden teman masa kecil yang sangat tulus mencintainya namun hati Asep hanya untuk Lasmi seorang. 

Senin, 21 Februari 2022

RITUAL PEMENGGALAN KEPALA

 Judul : Ritual Pemenggalan Kepala

Penulis : A Sanusi

Jumlah Bab : 25 bab

Dibaca via Wattpad

Peresensi : elok mayangsari

Baru pertama kali baca pakai aplikasi wattpad, tadinya mau cari novelnya Simpleman nah pas browsing malah muncul judul yang langsung membuat tertarik, maklum namanya juga penggemar genre thriller/crime. Novel ini ternyata merupakan serial pertama dari serial kasusnya detektif  Roy dan Wijaya, mereka ber dua adalah detektif dari divisi pembunuhan dari kota Bandung.

Detektif Roy dan Wijaya dihadapkan pada kasus yang menggegerkan kota Bandung, yakni munculnya mayat seorang waita belia yang kepalanya di ganti dengan kepala manekin. Kepala manekin dijahit rapi dengan kulit leher korban, tanpa ada bekas darah dan jejak sidik jari. Mereka berasumsi bahwa hanya seorang yang mempunyai keahlian khusus lah yang dapat membuat mahakarya seperti ini. Dijahit dengan detail, rapi, jarak jahitan yang sama dan hanya orang yang berpengalamanlah yang dapat memenggal kepala tanpa ada jejak darah sedikitpun. Di tempat kejadian perkara juga tidak ditemukan tanda-tanda atau jejak yang mencurigakan, nampaknya pelaku sangat bersih melakukannya. Ke dua detektif ini mulai membuat daftar tersangka yang patut dicurigai dan merujuk pada sekelompok dokter bedah karena hanya merekalah yang mempunyai keahlian seperti itu. Penyelidikkan mereka menuju pada seorang dokter bedah bernama Ryan. Pada saat Roy tanpa sengaja membuntuti Ryan, ia malah di serang. Roy sangat yakin bahwa Ryanlah yang melakukan penyerangan atas dirinya dan bersikukuh menangkap  Ryan, namun keanehanpun terjadi. Pada saat bersamaan ada penemuan mayat kembali, bagaimana mungkin Ryan yang berada dalam bui bisa meletakkan mayat tersebut. Apakah kali ini Roy dan Wijaya salah menangkap orang ataukah ada tangan ke tiga yang membantu Ryan melakukan semua ini ? 

Jalan ceritanya sangat asik, tegang tapi bikin ga beranjak, pengennya dikebut terus sampai habis karena penasaran dengan endingnya. 

Selasa, 15 Februari 2022

RESENSI THE PHILADELPHIA PREYER

 Judul : The Philadelphia Preyer

Penulis : Richard Montanari

Penerbit : Dastan

ISBN : 978-602-247-195-0

Cetakan : I, 2014

 Detektif Kevin Byrne dan Jessica dari Unit Pembunuhan dibuat pusing dengan adanya kejadian pembunuhan yang melibatkan empat orang siswi sekolah katolik. Pembunuhan ini sangat rapi, tidak pernah ditemukan jejak sang pelaku di setiap tempat kejadian perkara. Ini membuktikan bahwa sang pelaku kejahatan adalah seorang yang sangat hati-hati, cermat dan selalu memikirkan setiap hal yang direncanakan.

Persamaan dari  ke empat korban adalah semuanya gadis muda dari sekolah katolik. Mereka diculik dari jalanan kemudian menghilang tanpa jejak. Diduga mereka dibius dengan zat benzodiazepine yang bersifat sementara, bernama midazolam dan juga ditemukan sejumlah obat bernama pavulon. Obat ini untuk melumpuhkan otot-otot rangka namun tidak bersifat menghilangkan rasa sakit. Pada saat ditemukan kondisi tangan dalam keadaan di bor dan dimasukkkan baut baja di tengah tangan lalu keadaan yang sangat parah adalah vagina mereka dijahit rapat dengan benang nilon tebal. Pelaku meninggalkan tanda dalam bentuk salib di setiap dahi korban. Korban juga ditemukan dalam keadaan memegang rosario yang tidak lengkap jumlah butirannya, selain itu pelaku juga meninggalkan satu benda pada tiap korban, entah apa maksudnya. Namun ternyata pelaku kembali mengecohkan para detektif dengan mengincar korban laki-laki.

Novel ini sangat bagus jalan ceritanya, setiap korban dilukiskan dengan sangat detail sehingga terkadang akan menimbulkan kengerian pada saat membacanya. Ada rasa tegang, ngeri yang campur aduk tapi sensasi itulah yang membuat novel ini semakin menarik.

Kamis, 16 Desember 2021

THE MAN IN THE BROWN SUIT

 Judul Asli : The Man In The Brown Suit

Judul Terjemahan : Pria Bersetelan Coklat

Penulis : Agatha Christie

Penerbit : Gramedia 

ISBN : 9789792285130

Cetakan ke : 9, 2017

Tebal : 376 halaman

Peresensi : elok mayangsari


1 7 . 1 2 2 Kilmorden Castle, secarik kertas ini membuat Anne Beddingfeld, seorang putri ptofesor Beddingfled, memberanikan diri untuk melakukan perjalanan ke Afrika Selatan. Melakukan penyelidikkan mandiri tentang suatu kasus pembunuhan yang menurutnya tidak sesederhana itu. Berawal dari saksi korban akan terbunuhnya seorang laki-laki di setasiun kereta dan menemukan secarik kertas yang tak sengaja dijatuhkan oleh seorang pria yang bersetelan coklat, ia lalu membuat dirinya terlibat untuk membuka tabir misteri ini. Instingnya berkata bahwa ini bukanlah sebuah kecelakaan seperti yang telah dikatakan oleh pihak kepolisian, karena ada kejanggalan dari seorang pria bersetelan coklat yang mengaku sebagai dokter dan memeriksa korban tersebut, namun ia sangat sulit untuk menjelaskannya.

Selang sejenak dari peristiwa di setasiun kereta itu, munculah kembali pembunuhan seorang wanita di sebuah rumah sewa, milik seorang anggota parlemen. Sekilas memang hanya seperti pembunuhan biasa  saja namun ternyata ada keterkaitan yang sangat erat dengan pembunuhan sebelumnya. Lagi-lagi Anne merasakan instingnya bermain dengan sangat nyata, hingga ia mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan membawa dirinya pada pelayaran ke Afrika Selatan. Disinilah, di pelayaran ini muncul berbagai informasi yang dia butuhkan, alih-alih merasa ketakutan, ia justru membiarkan dirinya tenggelam lebih dalam lagi, merasakan sensasi bergelora dalam  misteri ini. Pencurian berlian dalam jumlah besar di Afrika Selatan, adanya seorang "Kolonel" yang selalu dikaitkan dalam sebuah organisasi terselubung, hingga ia bertemu kembali dengan pria bersetelan coklat di kapal ini. Apakah pria itu terlibat dalam pembunuhan, ataukah seorang mata-mata pemerintah? Dan mengapa saat ia dalam keadaan bahaya, pria itu selalu melindungi dan menyelamatkannya? pertanyaan demi pertanyaan selalu memenuhi isi otaknya. Akankah mereka memang ditakdirkan untuk selalu bertemu dan melindungi satu sama lain ?, Anne hanya tahu pasti bahwa semakin tinggi rasa penasarannya terhadap pria bersetelan coklat itu maka semakin ia merasakan ada sesuatu yang menyeruak halus dalam hatinya. Mungkinkah ia jatuh cinta pada pria misterius itu?

Novel Agatha Christie kali ini tidak melibatkan Hercule Poirot seperti dalam novel-novel lainnya. Kali ini muncul sosok Mrs. Clarence Blair atau lebih dikenal dengan Mrs. Blair, seorang wanita terhormat yang sangat dikenal di kalangan orang-orang kelas atas. Bersama dengan Anne, ia mencoba memecahkan kasus demi kasus rantai 2 pembunuhan ini. Novel ini seperti biasa sangat mudah dipahami alurnya sehingga membuat pembaca tak akan bosan. 

Kamis, 16 September 2021

SAD CYPRESS

 Judul Asli : Sad Cypress

Judul Terjemahan : Mawar Tak Berduri

Penulis : Agatha Christie

Penerbit : Gramedia

Tebal : 352 halaman

Cetakan Ke : 9, Oktober 2017

ISBN : 9789792291551

Peresensi : Elok Mayangsari


Bermula dari surat kaleng yang diterima oleh Elinor, membuatnya pergi menemui bibinya yang sedang sakit keras. Satu-satunya keluarga yang ia punya, dan bibinyapun mempunyai harta yang tidak sedikit jumlahnya. Ia satu-satunya keluarga yang akan mendapat warisan sepeninggal bibinya. 

Setelah pada akhirnya bibi Laura tiada, ia kembali ke rumah masa kecilnya itu untuk berbenah karena rumah tersebut sudah terjual. Tak disangka kepulangannya kali ini justru membuat masalah baginya. Ia harus melihat seorang gadis, Marry Gerrad,  yang terbunuh di rumah itu. Marry Gerrad adalah seorang teman masa kecilnya yang selalu merawat bibi Laura. Selain itu ia pun tiba-tiba harus menjadi terdakwa dalam kematian Marry. Elinor tak dapat berbuat banyak karena berdasarkan penyelidikkan Polisi, bukti-bukti yang ada di TKP membuktikan bahwa ia bersalah.

Dokter Lord, yang selalu merawat bibi Laura merasa bahwa tidak mungkin seorang Elinor, gadis cerdas, anggun, lembut, dapat melakukan hal keji seperti itu, maka ia pun meminta bantuan pada Hercule Poirot agar mau menyelidiki kasus ini. Kasus ini sangat rumit awalnya karena semua kemungkinan tetap mengarah pada Elinor. Namun ada suatu celah kecil yang tak disangka justru membuat kasus ini terungkap dan bisa membuktikan kebenaran bahwa Elinor tak bersalah, MAWAR YANG TAK BERDURI membuat semuanya menjadi terang.  Elinor hanyalah berperan sebagai kambing hitam, peran pelengkap yang sempurna dan target sesungguhnya adalah Marry Gerrad, seorang gadis biasa yang tiba-tiba mendapat uang warisan dari kebaikan hati bibi Laura dan Elinor.

Dalam novel ini Poirot muncul justru di tengah-tengah jalan cerita, namun tetap tidak mengurangi keseruan cerita ini. Poirot seperti biasa dengan kecerdasannya mampu memilah benang kusut ini hingga menemukan titik terang yang dapat mengurai sampai ke akarnya. Bagaimana ia dengan kelihaiannya menyusun teka teki ini hingga dapat menyimpulkan bahwa ada seseorang yang telah berbohong dengan pintarnya dan orang tersebut sangat dekat. 

Selasa, 13 Juli 2021

THERESE RAQUIN

 Judul : Therese Raquin

Penulis : Emile Zola

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 336 halaman

Tahun Terbit : Agustus 2016

Cetakan Ke : 2

Peresensi : Elok Mayangsari

        Ini adalah novel klasik pertama yang aku baca, mencoba untuk keluar dari zona nyaman karena selama ini lebih tertarik dengan genre thriller. Agak ragu juga untuk memulai, takutnya terlalu banyak romance yang membosankan. Aku memilih buku ini karena setelah baca blurb nya ada kaitannya dengan cerita kriminal yang paling tidak tetap bisa bikin mood membaca lebih baik.

           Latar belakang cerita ini adalah tentang satu kata yakni cinta. Cinta yang dipaksa karena keadaan yang pada akhirnya menyebabkan penderitaan seumur hidup. Pernikahan Theresa dengan Cammile yang bukan berlandaskan cinta namun karena sudah diatur oleh Mme Raquin, ibu dari Cammile yang juga bibi dari Theresa, membuat Theresa merasa tertekan. Ia tidak dapat mengelak dari pernikahan tersebut karena merasa berutang budi pada Mme Raquin yang telah membesarkannya. Ia tak dapat memilih, hanya bisa pasrah dengan keadaan walaupun setiap hari harus menahan perasaannya dengan sekuat tenaga, berusaha untuk tetap tenang, dan seolah-olah ia bahagia dengan pernikahannya. Sungguh membosankan baginya melewati setiap detik bersama laki-laki yang tidak pernah ia cintai.

        Tiba-tiba keadaan berubah, datang seorang pria dalam kehidupannya. Pria yang dapat membuatnya gemetar hanya karena menatap matanya. Ia merasa selalu ingin berada di dekatnya, menikmati setiap canda tawanya dan kelucuan-kelucuan yang dibuatnya. Namun tak mungkin ia berani melangkah lebih jauh karena Pria itu, Laurent, adalah sahabat Cammile. Sekali lagi hanya dapat menahan semuanya. Bak gayung bersambut, Laurent ternyata memendam rasa juga padanya dan inilah awal mula pengkhianatan terjadi. Kisah cinta yang rumit dan tak terkendalikan memaksa mereka melakukan tindakan kriminal, yang membuat mereka harus membayar mahal atas perbuatannya itu. Rasa penyesalan, ketakuitan, kecemasan, dan halusinasi senantiasa menghantui dalam keseharian, tak terkecuali pada malam hari. Semakin lama semakin menyiksa batin dan akhirnya mereka menyerah, pasrah, lalu bersedia mengakhiri penderitaan batin ini  dengan tragis.

        Cinta memang tak pernah bisa disalahkan, mungkin hanya karena ia datang pada waktu dan orang yang tidak tepat. Buku ini membuat merinding karena dibalik senyuman bahagia ada sebuah kejahatan terselubung yang mengerikan. Rencana yang sadis dapat terlintas dengan bengis dibalik tingkah laku yang supel dan lembut, seakan menjadi dua pribadi yang jauh berbeda. Pengkhianatan menimbulkan rasa sesal yang tak dapat di ampuni dan selalu mengahantui mereka berdua. Jadi jangan coba-coba bermain api bila tak ingin terbakar dan kemudian melebur tak berbekas.

"Segala-galanya menimbulkan rasa takut dan penderitaan bagi mereka. Mereka hidup dalam neraka, saling menyakiti, saling memastikan supaya apapun yang mereka lakukan dan katakn terasa getirdan keji, masing-masing berharap untuk menggiring pihak lainnya menuju jurang yang bisa mereka rasakan di bawah kaki mereka, dan terjatuh ke dalamnya bersama-sama." (hal 304-305)             

Buku ini di kemas dengan sangat apik, bahasanya sangat mudah dipahami, terselip kisah romantis yang lembut sehingga nyaman untuk dibaca. Sangat direkomendasikan untuk yang suka thriller dan ingin mencoba bacaan baru. 

Jumat, 24 Juli 2020

RESENSI NOVEL THE MAESTRO

THE MAESTRO

Judul Asli : In For The Kill
Judul Terjemahan : The Maestro
Penulis : John Lutz
Penerbit : Dastan Books
ISBN : 978-602-247-205-6
Penerjemah : Slamet Handi Hartadi
Penyunting : Yus Ariyanto
Cetakan : I Tahun 2014
Tebal : 484 halaman
Ukuran : 12,5 x 19 cm

BLURB

Seketika kota New York digemparkan oleh tiga kasus pembunuhan yang amat sadis. Ketiga korban adalah wanita. Si pelaku dijuluki The Butcher (si penjagal). Ia memotong-motong jasad para korban dengan rapi dan menyusunnya menjadi sebuah bentuk piramida yang mengerikan - mirip tumpukan lego dari daging manusia!.

Kepala polisi New York, Chief Harley Renz, sadar kalau The Butcher adalah seorang penjahat genius dan pihak kepolisian menemui jalan buntu. Renz pun memanggil kembali seorang detektif pensiunan NYPD, Frank Quinn,untuk memimpin penyelidikkan kasus ini.

Bagi Quinn, kasus ini bersifat lebih pribadi sertelah melihat inisial nama ke tiga korban yang membentuk namanya, Q - U - I. The Butcher tampaknya ingin menyampaikan npesan khusus kepada Quinn. Kasus ini seperti menjadi ajang pembuktian siapa yang lebih unggul - seorang detektif tua berpengalaman atau pembunuh berantai yang brilian. Quinn harus segera mengungkap siapa The Butcher sebenarnya, sebelum korban-korbannya (dengan inisial N) kembali berjatuhan...

RESENSI

Novel karya John Lutz ini merupakan salah satu serial yang tokohnya adalah  Frank Quinn dengan judul asli In For The Kill. John Lutz menghasilkan 10 novel dengan serial tokoh utamanya adalah Frank Quinn. John Lutz merupakan presiden dari Mystery Writers of America dan Private Eye Writers of America. Novel The Maestro ini merupakan salah satu novel yang meraih penghargaan Shamus & Edgar Award, masih banyak penghargaan lain yang diberikan untuk karya-karya dari John Lutz.

Novel ini mengambil setting di kota New York, dimana terjadi sebuah pembunuhan yang sadis karena korban dimutilasi dengan sangat rapi layaknya seorang penjagal yang telah terlatih memotong-motong korban jagalnya. Frank Quinn seorang detektif yang telah pensiun kembali bertugas dibantu dengan 2 rekan sejawatnya yakni Pearl dan Fedderman. Korban diketahui adalah semua berjenis kelamin wanita, berambut coklat. Kematian para korban disebabkan karena tenggelam dan kemudian kemungkinan di mutilasi dengan menggunakan  alat-alat dan cara yang sama dan sangat rapih untuk semua korban sehingga tidak terdapat sidik jari di tempat kejadian perkara, Sungguh seorang yang sangat genius.

"Para korban ditenggelamkan di dalam bak mandi mereka dan ada bekas-bekas lakban yang digunakan untuk mengikat dan menutup mulut mereka. Setelah itu mereka dipotong-potong dengan kemahiran seorang ahli bedah, anggota-anggota tubuh mereka ditumpuk dalam urutan yang sama dari bawah ke atas; torso, paha, betis, tangan dan kepala. Si Pembunuh menyalakan pancuran, menggunakan sampo cair atau bahan pembersih apa saja yang tersedia ke bagian-bagian tubuh tersebut sampai setiap jejak darah yang terlihat hilang ke saluran pembuangan, hanya meninggalkan jenazah pucat korban." (hal. 21)

Sebelum kasus ke 3 korban terpecahkan, muncul korban ke 4 dengan cara pembunuhan yang sama seperti ke 3 korban lainnya, hanya saja kali ini korbannya lebih tua umurnya dari ke 3 korban sebelumnya. Kenaehan mulai terjadi di korban ke 3 ini selain umurnya yang lebih tua ternyata korban memiliki tanggal lahir yang sama dengan Frank Quinn. Selain itu dari korban 1 sampai ke 4 secara tidak sengaja telah menunjuk pada sebuah misteri karena huruf awal dari nama keluarga apabila di urutkan satu persatu dari semua korban akan menurujuk pada nama Quinn, namun Quinn sendiri memiliki 5 huruf sehingga dapat dikatakan akan ada satu korban lagi untuk melengkapi nama Quinn. 

"Itu berarti si pembunuh mengarahkan polisi untuk menugaskan Quinn, dan kita untuk melacaknya kata Fedderman. Mengeja nama Quinn , dia menyelesaikan apa yang sudah dia mulai dan dia memilih seorang korban dengan tanggal lahir Quinn supaya kita tidak memiliki keraguan tentang apa yang dia lakukan." (hal. 88) 

Korban ke 5 seorang wanita bernama Marilyn Nelson, seorang wanita berambut pirang hasil dari mengecat rambutnya, muda, menarik, dan yang fakta yang paling menarik adalah bahwa jam kematian korban kurang dari 3 jam, padahal korban sebelumnya ditemukan lebih dari 3 jam. 
"Itu berarti, si pembunuh pasti menelepon polisi tanpa menyebutkan namanya tidak lama setelah membunuh Marilyn Nelson, korban N keduanya. Kemungkinan pelaku tidak mau menunggu agar tubuh korbannya ditemukan oleh orang lain selain Polisi sehingga kemungkinan ia sudah merencanakan panggilan telepon ke kantor Polisi. Dia mau Merilyn Nelson dilihat Quinn dan kawan-kawan persis seperti saat dia meninggalkannya supaya helaian rambut gelap selangkangan itu pasti ditemukan. Menyodorkan permainan yang mengerikan." 

Setelah terdapat 5 korban, suatu hari Quinn mendapat surat yang dikirim kepadanya melalui Kepolisian New York,berisi :
Darah merah di langit biru. Orang-orang yang bodoh masuk dengan tergesa-gesa. Begitu juga polisi.
Si Jagal 
Surat itu telah diperiksa laboratorium dan tidak menemukan hasil yang berarti. Si jagal sangat genius dan hati-hati sehingga penyelidikkan kasus ini cukup membuat polisi menemui jalan buntu. Si jagal telah berhasil mempermainkan pihak polisi rupanya. Lalu muncul kembali korban-korban selanjutnya dan tetap belum dapat menyingkapkan kasus sebenarnya. Namun tiba-tiba muncullah seseorang yang tidak terduga, yang mengaku sebagai saudara tiri dan ibu dari si jagal yang ternyata mereka ber dua mencari si jagal. Keadaan ini membuat pihak polisi mendapatkan secercah harapan untuk dapat keluar dari jalan buntu. Dengan adanya pihak keluarga yang muncul diharapkan dapat membantu mereka mendapatkan informasi mengenai si jagal ini karena biasanya seorang pembunuh berantai berkaitan erat dengan masa lalu kelam yang didapatnya dari keluarga. Pada akhirnya 2 orang keluarga inti bekerjasama dengan tim Quinn untuk berusaha menghentikan aksi si jagalyang genius ini.

⏩⏪

Novel ini merupakan novel bergenre thriller yang sangat menarik untuk dibaca karena penulis dapat membawa pembaca ikut merasakan adrenalin yang kuat pada setiap cerita yang menegangkan terjadi. Bahasanya sangat mudah untuk dipahami, dapat membangkitkan imajinasi pembacanya. Ilustrasi cover menarik dan lembut menyiratkan sesuatu yang misteri. Setiap kejadian penting seperti situasi di tempat perkara kejadian pembunuhan dipaparkan  detail seakan memberi informasi kepada pembacanya tentang situasi yang sebenarnya di tempat tersebut.

Tokoh Quinn mempunyai karakter yang sangat kuat dan keras berusaha untuk menyingkap kasus ini di imbangi dengan karakter fedderman yang santai dan berkepala dingin serta Pearl yang cepat naik emosinya, mereka ber tiga merupakan tim yang hebat dan dapat bekerjasama dengan baik untuk memecahkan kasus. Sedangkan tokoh si jagal digambarkan sebagai orang yang tidak punya hati karena tega memutilasi korban sedemikian rupa dan menyusun setiap potongan tubuh layaknya karya picasso, mempunyai strategi yang tidak dapat ditebak yang dapat membuat tim polisi kebingungan dalam mengikuti permainannya.

Novel ini aku beri rating 5 ★★★★★ yang berarti sangat direkomendasikan bagi pecinta novel thriller.