Selasa, 10 September 2024

RESENSI BUKU NATIONAL GEOGRAPHIC ARKEOLOGI SEJARAH AZTEK KUNO

Judul : Arkeologi Menguak Rahasia Masa Lampau Aztek Kuno; Selidik National Geographic
Penulis : Tim Cooke
Penerbit :KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
ISBN : 9786024247829
Tebal : 64 halaman
Tahun : 2007
Rating : ⭐⭐⭐⭐⭐



SINOPSIS

Berawal dari Mexico City dan bergerak keluar, para arkeolog telah bertahun-tahun berusaha mendapatkan petunjuk tentang sejarah masyarakat Meksiko. Mereka mempelajari Templo Mayor, kuil berbentuk piramida yang mengagumkan di ibukota Aztek, Tenochtitlan. Mereka mengamati Batu Kalender yang menakjubkan, yang menggambarkan dunia Aztek. Mereka melihat bagaimana harta karun kuno membantu para ilmuwan saat ini menyatukan kepingan masa lampau Meksiko. Setiap artefak yang tersibak memberi kita pemahaman baru tentang Aztek Kuno.
Misi National Geographic adalah menjelajahi dunia dan semua yang ada di dalamnya, dan membawa penemuan serta pengetahuan untuk sebanyak mungkin orang. Selidik National Geographic memperkenalkan generasi muda pada teknik penyelidikkan mutakhir, penemuan paling aktual dan cara bagaimana penemuan-penemuan itu ditafsirkan memberi pemahaman baru tentang peradaban kuno.
⏩⏪

Buku ini terdiri dari 7 bab yang terdiri dari :
  • Bab 1 berisi tentang penemuan-penemuan menarik yang ditemukan pada saat penggalian dilakukan. Bangsa Spanyol sendiri membangun alun-alun mereka diatas ibu kota Azrek yakni Tenochtitlan dan seiring dengan proyek pembangunan yang dilakukan, jejak peradaban yang hilang itupun muncul kembali. Dari hasil penemuan tersebut dapat diketahui bagaimana kehidupan bangsa Aztek, sistem pendidikan dan ilmu pengobatan yang ternyata jauh lebih baik daripada bangsa Spanyol.
  • Bab 2 menjelaskan bahwa para arkeolog menemukan sebuah kota terlantar yeng tertutup tumbuh-tumbuhan di dekat Tenochtitlan. Di Kota tersebut terdapat dua piramida batu berundak yang berdiri di kedua ujung  suatu jalan raya lebar yang di sisinya berderet bangunan batu. Penjelasan tentang keruntuhan Aztek yang misterius dijelaskan di bab ini dan juga adanya beraneka situs yang ditemukan.
  • Bab 3 : mencoba menjelaskan bagaimana rupa tenochtitlan dulunya, karena sangat sedikit peninggalan yang tersisa diakibatkan kuil-kuil dan monumen-monumen yang dihancurkan oleh bangsa Spanyol jaman dulu sewaktu berusaha menaklukkan bangsa Aztek maka penjelasan ini didasarkan pada catatan-catatan yang ditinggalkan oleh para conquistador - penakluk Spanyol pada abad ke 16 - yang datang bersama Hernan Cortes.
  • Bab 4 : mengulas kepercayaan yang dianut bangsa Aztek berdasarkan penemuan artefak-artefak yang ada dan kuil yang masih tersisa. Pada kuil tersebut berdiri banyak kuil untuk dewa-dewa dan di salah satu sisi terdapat batu kecil yang dibangun di dalam balkon di puncak piramida dan disinilah para bangsa Aztek membunuh tawanan-tawanan mereka.
  • Bab 5 : menjelaskan kekuatan militer Aztek. Bangsa Spanyol mencatat bahwa masyarakat Aztek dibentuk untuk menghasilkan prajurit. Setiap laki-laki berusia di atas 20 tahun dipanggil untuk mengabdi sebagai tentara Aztek. Pada pertempuran awal, para prajurit bekerjasama dengan petarung muda untuk menangkap tawanan yang kemudian dibunuh dan dimakan tubuhnya sebagai ritual. Status prajurit akan naik ketika dia menangkap lebih banyak tawanan.
  • Bab 6 : menyajikan seperti apa kehidupan sehari-hari di Imperium Aztek. Michael E. Smith seorang profesor yang merupakan salah seorang ahli yang pertama mempelajari situs-situs Aztek diluar kota dan kuil yang besar. Di setiap situs yang digali secara acak, ia dan timnya menemukan sejumlah petunjuk dan yang paling berguna adalah petunjuk repihan tembikar yang pecah. Corak tembikar berubah dari waktu ke waktu sehingga ia bisa menentukan umur kepingan-kepingan itu dengan membandingkannya dengan temuan-temuan di situs Aztek lainnya. Ia berhasil menemukan bahwa permukiman itu didiami dari sekitar tahun 1200 hingga 1550. Di bukit-bukit terdekat Smith menemukan bukti bahwa orang-orang Aztek telah mengetahui cara memperluas lahan pertanian. Di sisi lain ia menemukan bahwa di setiap rumah ditemukan gelendong, timbangan dan mangkuk dimana benda-benda tersebut digunakan dalam proses pemintalan kapas menjadi serat yang bisa di tenun.
  • Bab 7 : menyajikan apayang dapat kita ketahui tentang masalampau Aztek baik dari bangunan-bangunan yang ditinggalkan, ilustrasi kodeks.
Buku ini sangat bagus karena memberikan informasi sejarah berdasarkan bukti ilmiah. Buku ini disusun dan  disajikan dengan menarik karena banyak ilustrasi bergambar yang terdapat didalamnya, bahasanya sangat mudah di cerna dan di pahami. Direkomendasikan bagi pecinta sejarah dan arkeologi.



REVIEW BUKU 1453 (DETIK-DETIK JATUHNYA KONSTANTINOPEL KE TANGAN MUSLIM)

 Judul : 1453 (Detik-Detik Jatuhnya Konstantinopel Ke Tangan Muslim)

Penulis : Roger Crowley

Penerbit : Alvabet

Cetakan : 4, 2018

Tebal : 408 halaman

Peresensi : elok mayangsari

Konstantinopel didirikan diatas wilayah pemukiman dan dibangun pertama kali oleh orang Yunani yang telah menjadi legenda bernama Byzas seribu tahun lalu. Dilindungi tembok sepanjang 12 mil, tumbuh diatas perbukitancuram yang memberikan titik pandang ke laut sekitar. Di sisi timur, teluk kecil Golden Horn, yang berbentuk menyerupai tanduk melengkung, menyediakan pelabuhan dengan air yang dalam. Satu-satunya kelemahan tempat ini adalah tandusnya tanjung ini yang kemudian ditasi oleh ahli peraiaran Romawi dengan membangun beberapa saluran air dan waduk. Wilayah ini unik, terletak di persimpangan jalur perdagangan dan gerbang militer. Kota ini dibangun dengan megah oleh Konstantin, Kaisar Romawi saat itu sehingga menjadi kota pualam dan kristal sehingga membuat semua orang kagum.

Karena tempatnya yang strategis dan sangat megah maka kontsntinopel pun menjadi incaran bangsa-bangsa lain, seperti Bulgaria, Turki, Mongol bahkan Arab. Namun Konstantinopel tidak mudah untuk di kalahkan. Tembok besar yang mengelilinginya membuatnya tetap berdiri tegak dan tak dapat digempur begitu saja. Serangan demi serangan datang silih berganti, dan perjanjian demi perjanjian pun telah sering dilakukan namun.  tetap saja sulit menembus kekuatan Konstantinopel. Hingga Kesultanan Usmanilah yang dapat menaklukkan Konstantinopel. 

Buku ini menceritakan dengan detail bagaimana Konstantinopel senantiasa mendapatkan serangan-serangan yang berakhir dengan mundurnya para pasukan lawan. Ditambah dengan saksi-saksi mata dan sumber yang dipercaya melalui berbagai riset, menambah nilai plus untuk buku karangan Roger Crowley ini. 

RESENSI LONG BRIGHT RIVER

 Judul Asli : Long Bright River

Judul Terjemahan : Mereka Yang Tak Kembali

Penulis : Liz Moore

Penerbit : Gramedia

Cetakan : Jakarta 2021

Tebal : 389 halaman

Peresensi : elok mayangsari

Cerita ini mengambil setting di area Kensington, Philadelphia, dimana pada saat itu digambarkan bahwa area tersebut sedang mengalami krisis opium. Maraknya perdagangan opium membuat seluruh remaja menggunakannya walaupun dengan sembunyi-sembunyi. Setiap saat terlihat orang-orang mengalami kecanduan dari yang ringan hingga yang berat dan fatal. Mereka bergelimpangan dalam keadaan sakau, overdosis, sangat menyedihkan. Walaupun aparat telah berusaha untuk menghentikan perdagangan opium namun pergerakan mereka kalah cepat sehingga belum dapat memberantasnya. Selain opium, muncul juga perdagangan wanita sebagai budak seks, saat itu merupakan masa kekacauan. 

Mickey dan Eddie Lafferty yang bertugas sebagai patroli keliling segera mendatangi sosok mayat perempuan yang diduga sebagai korban overdosis. Ini bukanlah hal yang baru karena hampir setiap hari kasus mayat overdosis ditemukan, bahkan mayat yang tidak ditemukanpun lebih banyak lagi. Kadangkala teman, sahabat, pacar menyembunyikan mereka yang mati karena overdosis dan dibiarkan membusuk, menjadi tulang belulang, karena mereka tidak ingin terlibat dengan aparat. Bagi Mickey, penemuan mayat ini membuat tubuhnya menggigil, ia selalu berpikir bahwa kemungkinan mayat yang ditemui adalah Kacey, adiknya yang hilang. Kacey dari dulu telah terlibat berbagai macam transaksi opium hingga ketika ia hilang, Mickey setiap saat mengkhawatirkannya dan takut apabila Kacey menjadi salah satu korban overdosis.

Cerita ini beralur maju mundur dimana setiap bab membahas masa lalu dan masa kini secara bergantian. Menuruku agak kurang menarik karena hanya menceritakan bagaimana Mickey berusaha menemukan adiknya yang hilang dengan berbagai cara, menemui kekasih adiknya yang ternyata seorang mafia, bertemu pengedar opium hingga bekerjasama dengan agen detektif, bukan memecahkan misteri pembunuhan yang terjadi walaupun nantinya kasus Kacey akan membuka misteri tersebut tapi tetap saja fokus ceritanya pada pencarian Kacey. Tapi secara keseluruhan termasuk bacaan yang ringan dan cocok untuk yang tidak terlalu suka thriller.

KILL!

 Judul Asli : The Straw Men

Judul Terjemahan : Kill!

Penulis : Michael Marshall

Penerbit : Dastan

ISBN : 978-979-3972-23-7

Cetakan Ke : 1, Juli, 2007

Peresensi : elok mayangsari


Peristiwa penembakan yang terjadi di sebuah restoran cepat saji McD, di Palmerston, pennsylvania ternyata berhubungan dengan serangkaian penculikan dan pembunuhan yang terjadi di SantaMonica, California dan Dyersburg, Montana. Ward Hopkins, seorang mantan CIA yang berduka karena kematian orangtuanya dalam suatu tragedi kecelakaan dan John Zindt seorang mantan Polisi yang merasakan kehilangan anak gadisnya karena diculik, ternyata berada dalam lingkungan putaran yang sama. Sama-sama mencari kebenaran atas tragedi yang menimpa mereka.

Ward Hopkins menemukan sebuah surat dari orangtuanya yang berisi pesan bahwa mereka tidak mati. Pesan tersebut ditemukan sesaat setelah orangtuanya tewas dalam kecelakaan. Kebingungan melandanya, dan mulai mencari tau apa yang sebenarnya terjadi. Sebuah rekaman video pun ditemukannya di kediaman orangtuanya dan ada kejanggalan dalam video tersebut, kemudian Ward mengajak Bobby, rekan sejawatnya dulu untuk menyelidiki teka-teki ini.

Di sisi lain, Zindt yang melepaskan diri dari Kepolisian karena merasa tidak dapat menangkap penculik yang menculik beberapa anak gadis dan para pemuda, termasuk anak gadisnya sendiri, ia atas desakan Nina, rekannya, kembali terjun menggali kasus ini karena penculikan terus berlanjut. 

Ke dua kubu ini secara terpisah menyelidiki tentang apa yang sebenarnya terjadi, mengapa ditemukan file yang merujuk ke arah link tentang straw men. Siapakah straw men itu dan apakah straw men sama dengan manusia tegak yang selalu diperbincangkan di media sosial belakangan ini terkait kasus penculikan yang tejadi selama ini. Mereka bertemu pada satu titik yang sangat mengejutkan karena dihadapkan pada sebuah organisasi rahasia yang ingin menciptakan manusia baru yang bebas dari virus.

Novel ini beralur maju mundur, dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami. Tidak seperti novel thriller lainnya yang detail dalam menggambarkan korban dan bagaimana korban itu tersiksa selama penyekapan, novel ini sangat sedikit menceritakan tentang para korban yang diculiknya. Hanya menampilkan sekilas tentang korban yang ditemukan jadi agak kurang greget rasanya. Lebih banyak menceritakan tentang perjalanan penyelidikkan dan bagian masa lalu Ward dan Zindt. Tapi secara keseluruhan tetap saja menyuguhkan cerita yang asyik untuk dibaca.

PERFUME



Judul Asli :Das Parfum : Die Geschichte Eines Morders
Judul Terjemahan : Parfum
Penulis : Patrick Suskind
Penerbit : Gramedia Pustaka
Tebal : 360 halaman
ISBN : 978-602-06-2188-3
Peresensi : Elok Mayangsari

Novel ini mengambil setting di Perancis pada abad ke 18, dimana pada saat itu di sebuah wilayah antara rue aux Fers dan rue de la Ferronnerie, yakni tepatnya di Cimetiere des Innocents merupakan tempat yang sangat bau busuk. Di daerah inilah lahir Jean Baptiste Grenouille, seorang anak yang lahir tanpa tahu siapa ayahnya dan tak diharapkan juga oleh ibunya. Ia tumbuh menjadi anak yang tak mempunyai bau badan namun di sisi lain ia mempunyai indra penciuman yang sangat tajam. Ia mampu membau semua benda-benda, seperti kayu, kaca, bau badan setiap orang, bunga, dan sebagainya. Pada suatu hari ia berjalan menuju Sorbonne salah satu daerah yang dihuni orang-orang kaya, disinilah ia menemukan bau parfum lavender dan mulai berpikir akan suatu racikan bau yang dapat di wujudkan dalam bentuk parfum. 

Grenouille mulai bekerja dengan Baldini, seorang pembuat parfum. Ia belajar dengan giat bagaimana memproses sebuah parfum dan dengan kepintarannya ini semua hasil parfumnya selalu habis terjual. Suatu hari ia menemukan bau yang berbeda, yang membuatnya mabuk kepayang. Ia mengendus dan mengikuti aroma itu hingga sampailah pada seorang gadis muda belia yang rupawan. Bau aroma gadis perawan. Ia ingin memilikinya, ingin mencampurnya dengan racikan yang telah ia buat. Grenouille tak tertarik pada gadis itu, ia hanya menginginkan aroma perawannya saja hingga tanpa sadar ia melakukan kejahatannya yang pertama. Setelah itu 25 perawan mengalami hal yang sama, terbunuh, rambut nya di ambil dan badanyya dibiarkan begitu saja. Ia mengambil aroma perawan dan diramu dengan sedemikian rupa hingga membuat parfum yang sangat spesial,
#bacaklasik2021

RESENSI NOVEL THE AMBER ROOM

Judul Asli: The Amber Room
Judul Terjemahan : The Amber Room
Pengarang : Steve Berry
Penerbit : Q - Press
Tebal : 629 halaman
Cetakan : 1, Januari 2006
ISBN : 979-99542-9-0
Kategori : Fiksi
Genre : Adventure
Rating : ⭐⭐⭐⭐⭐




BLURB

Ditempa dari mutiara tulen dan murni yang sangat indah, Ruang Amber (The Amber Room) adalah salah satu peninggalan harta karun terbesar yang pernah dibuat oleh manusia dan menjadi satu dari sekian misteri yang paling menggugah rasa penasaran dalam sejarah manusia. Pasukan Jerman yang menginvasi Uni Soviet pun merampas Ruang Amber pada 1941. Saat pasukan Sekutu mulai memborbardir mereka, Ruang Amber disembunyikan dan tidak pernah terlihat lagi sejak saat itu. Namun, perburuan itu kini dimulai lagi. 

Rachel Cutler, seorang hakim di Atlanta, mencintai pekerjaannya dan juga anak-anak nya dan tetap bersikap baik kepada Paul, mantan suaminya. Akan tetapi, segalanya berubah ketika Karol Borya, ayah Rachel, meninggal dunia secara misterius dan meninggalkan berbagai petunjuk ihwal sebuah rahasia - sesuatu yang disebut-sebut sebagai Ruang Amber. Merasa penasaran dan ingin mengetahui kebenarannya, Rachel bertolak menuju Jerman, sementara Paul menyusul di belakang. Terjebak dalam permainan yang sangat berbahaya dengan para pembunuh profesional, Rachel dan Paul pun berhadapan dengan keserakahan, kekuasaan dan arus sejarah itu sendiri.
⏩⏪

.Novel ini menyajikan alur maju dan mundur yang berkesinambungan satu sama lain. Diawali dengan prolog dengan latar belakang di kamp konsentrasi Mauthausen, Austria pada tanggal 10 April 1945 saat Hermann Goring melakukan penyiksaan dan pembantaian dengan kejam pada  tawanan tentara Jerman mengenai tempat ruang amber berada namun ia tidak mendapatkan hasilnya. 

Berpuluh tahun kemudian Karol Borya, ayah dari seorang hakim di Atlanta ditemukan meninggal dunia secara misterius, menurut hasil penyelidikkan polisi bahwa laki-laki tua itu tersandung di salah satu tangga dan kemudian jatuh terguling hingga meninggal; lehernya patah saat jatuh. Namun pada saat Paul, mantan suami Rachel memasuki rumah Karol untuk mengurusi semua peninggalan-peninggalan mantan mertuanya, tentu saja dengan ijin Rachel, ia tidak menemukan bekas apapun di di tangga kayu ek tersebut. Paul mengambil surat wasiat mertuanya dan beberapa surat lain yang ia temukan di bank, kemudian ia memberikan semuanya pada Rachel dan mereka membaca bersama semua surat-surat tersebut yang salah satunya adalah untuk Rachel, anaknya. Ada 2 map yang berisi artikel tentang ruang amber, sebuah peta Jerman, surat kabar USA Today, surat wasiat dan surat-surat yang ditulis untuk seseorang bernqama Danya Chapaev. Mereka berdua merasa aneh karena semua artikel berisi tentang ruang amber dan merasaada yang janggal dengan kematian Karol sehingga Rachel berniat untuk menyelidikinya bersama Paul karena orang tua Paul juga mengalami kematian yang dirasa janggal walaupun sebenarnya kematia mereka karena kecelakaan pesawat namun berdasarkan surat yang ditulis Karol, ia menceritakan betapa ia merasabersalah pada orang tua Paul karena menyuruh mereka untuk menyelidiki sesuatu yang menyebabkan mereka akhirnya celaka, dan Rachel yakin sesuatu itu adalah ruang amber.

Penyelidikkanpun dimulai. Rachel terbang ke Jerman untuk mencari Danya. Sementara itu seseorang bernama Knoll bermaksud menemui Rachel, ingin memastikan bawa Rachel sedikit banyak tahu tentang ruang amber seperti ayahnya. Dan ketika ia tidak berhasil menemui Rachel maka ia langsung menghubungi temannya untuk mencari keberadaan Rachel dan membuntutinya. Rachel belum menyadari sepenuhnya bahwa ia akan mendapati dirinya menjadi sasaran. Paul yang saat itu sedang membaca kembali surat-surat mertuanya menemukan sebuah titik terang tentang amber itu sendiri dan tanpa basa basi, ia langsung terbang ke Munich untuk menemui Rachel. Ia merasakan kekhawatiran yang teramat sangat dalam pada mantan istrinya itu.

Rachel telah berhasil menemui Danya bersama dengan Knoll yang telah mengelabui Rachel tentang identitasnya tentu saja agar ia juga bisa menyelidiki tempat dimana amber itu berada dan ternyata ia dan Karol memang pernah melihat ruang amber secara nyata, menurutnya gua amber itu terletak di bagian timur pegunungan Harz, namun sekarang telah ditutup Soviet. Ada begitu banyak gua dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengeksplorasi semuanya dan gua tersebut berbentuk seperti labirin tikus. Nazi memasang kawat dengan bahan peledak di hampir semua lokasi dan menyimpan amunisi di lokasi sisanya. Hal inilah yang menyebabkan Danya dan Karol tidak pernah memasuki gua tersebut. Knoll meminta Danya untuk menggambarkan peta tentang letak gua yang dimaksud, namun setelah merekaber dua pergi dari rumah Danya, ada sesuatu hal yang terjadi. Danya tewas dibunuh.

Peta Danya membawa Rachel dan Knoll pada sebuah terowongan bekas pertambangan dan tiba-tiba terjadi ledakan seperti gempa bumi, Rachel berlari menuju keluar dan mendapati Paul berada di luar terowongan namun ia tidak melihat Knoll. Setelah mencari-cari di sekitar terowongan, polisi yang datang bersama Paul memberi informasi bahwa Knoll tampaknya sudah pergi dengan mobilnya kemungkinan memang ia ingin meninggalkan Rachel terjebak dalam ledakkan di terowongan ini. Rachel pun bergidik, ia merasa sangat takut namun juga tetapingin melanjutkan penyelidikkan ini bersama Paul yang kini telah ada disampingnya.
⏩⏪

Berawal dari meninggalnya Karol Borya yang misterius, yang merupakan ayah dari seorang hakim wanita. Rachel bersama mantan suaminya, Paul kemudian menyelidiki kematian ayahnya. TKP tidak memberikan bukti yang mencurigakan. Namun pada saat mereka membereskan surat-surat, ditemukan berbagai artikel yang semuanya mebahas topik yang sama, yakni tentang  ruang amber dan sebuah peta di Jerman. Paul dan Rachel semakin yakin bahw ada yang tidak beres dengan kematian ayahnya dan begitu pula dengan kematian orangtua Paul bertahun-tahun silam. Mereka sepakat untuk menmulai penyelidikan tentang ruang amber, ia merasa yakin bahwa kematian ayahnya berkaitan dengan ruang amber yang sebenarnya ia sendiri tidak tahu apa itu ruang amber. Penyelidikkan membawanya menemui Danya, seseorang yang juga disebutkan dalam tumpukkan berkas Karol. Anehnya setelah pertemuan dengan Rachel, Danya ditemukan tewas terbunuh dan Rachel tidak menyadari bahwa penyelidikkannya ini membuatnya terancam bahaya, namun beruntugnya ada Paul yang selalu sigap menemaninya. Tidaklah mudah membuka misteri ini karena mereka selalu saja menjadi sasaran pembunuhan, inilah yang semakin membuatnya yakin bahwa ada sesuatu yang besar yang tidak ingin terungkap. Petualangan ini membawa mereka ke teowongn bekas pertambangan,berdasarkan peta yang diberikan Danya, namun pada saat merka memasuki terowongan tersebut tiba-tiba terjadi gempa yang dahsyat namun untungnya merka berdua bisa keluar dengan selamat. Kejadian ini tentu saja dapat membuktikn bahwa mereka berdua telah diikuti sejak awal dan semakin nyata bahwa ada oang yang ingin membunuh mereka karena mencari sebuah ruang amber.
 Novel ini penuh dengan ketegangan, intrik, yang menyulutkan adrenalin. Bahasa yang digunakan sangat mudah dipahami. Beberapa isi dari novel ini adalah nyata, seperti tokoh Hermann goring dan pembantaian tentara Jerman. Pencarian harta karun Jerman memang sudah lama menjadi incaran dan topik di kalayak ramai dan tidak mengherankan jika  novel ini menjadi best seller karena ide harta karun tersebut dituangkan dalam cerita fiksi yang sangat bagus dan menarik. Novel ini sangat direkomdasikan bagi pecinta sejarah karena banyak unsur sejarah yang dimasukkan dalam novel ini.




Senin, 09 September 2024

REVIEW PESTA BUNUH DIRI

 Judul : Pesta Bunuh Diri

Penulis : Daniel Ahmad

Penerbit : Gagasmedia

Cetakan : 1, 2022

Tebal : 310 halaman 

Peresensi : Elok mayangsari


Orang-orang buangan menjadi penghuni hutan kembar. Mereka awalnya dibuang karena berbagai alasan, seperti penjahat, pembunuh, pencuri, PSK dan sebagainya. Akses ditutup dari berbagai arah sehingga tidak akan ada yang bisa keluar dari tempat tersebut. Namun ada jugha dari mereka yang ditembak mati kemudian mayatnya hanya dibiarkan ditumpuk dibawah pohon besar. Pada mulanya mereka hidup berdampingan dengan para tetua yang telah bermukim lebih dulu di pelosok hutan rimba, jauh dari peradaban dan keramaian. Namun ada satu pantangan yang tidak boleh dilanggar, semua warga tidak boleh berkeliaran di telaga merah, menurut kabar yang berhembus orang yang memasuki kawasan terlarang maka tidak ada yang berhasil keluar dengan selamat. 

Selain itu kedatangan sisik hitam selalu membuat warga cemas, takut, ngeri. Sisik hitam mempunyai wajah dan tubuh yang sangat menakutkan, ada yang kepalanya besar, hitam, dan sekujur tibuh terkelupas, ada yang tubuh mengelupas, bernanah dan semuanya mempunyai tanda hitam yang bersisik. Apabila sisik hitam datang maka semua akan serentak masuk ke dalam rumah, menutupi semua lubang hingga tak ada celah sedikitpun. Warga percaya bahwa sisik hitam adalah makhluk halus yang menakutkan dan bisa memakan jiwa orang-orang. Namun tanpa mereka tahu dibalik isu yang dihembuskan tentang sisik hitam, ada seseorang yang memanfaatkan hal ini untuk kepentingan pribadi. Ia tidak segan membunuh orang yang tidak berdosa pada saat sisik hitam memasuki perkampungan itu. Mereka yang mati ditenggelamkan di telaga merah karena tidak ingin semua warga terkena kutukan, namun sayngnya sekali lagi itu hanyalah akal bulus. Setelah mayat ditenggelamkan, Pondra tabib yang sangat dihormati, akan membawa mayat itu ke pondok kecilnya ditengh hutan. Mayat itu akan menjadi bahan percobaanya untuk menemukan obat  penawar penyakit sisik hitam. 

Sekilas dilihat dari judul, awalnya berpikir apakah mungkin ceritanya tentang upacara ritual yang berhubungan dengan hal magis, namun ternyata walau tidak ada hubungan dengan hal itu cukup menegangkan dan seru sekali ceritanya. Bagaimana perjuangan orang buangan mencari jalan keuar menuju peradaban, mereka sendiri harus berperang melawan orang sisik hitam dan orang-orang mereka sendiri. Baku hantam, saling bunuh pun tak bisa dielakkan, hanya beberapa yang berhasil keluar dan tanpa mereka sadari perjuangan belum selesai karena di luar hutan banyak yang tak menginginkan keberadaan orang buangan.