Selasa, 06 Desember 2022

RESENSI NOVEL THE DYING GAME BEVERLY BARTON

 Judul Asli : The Dying Game; Wanita-Wanita Pilihan Sang Psikopat

Penulis : Beverly Barton

Penerbit : Dastan

Cetakan : I, 2009

Tebal : 552 halaman

Peresensi : Elok Mayangsari 

Dari semua cerita kriminal, pembunuhan berantai adalah cerita yang paling menarik karena pelaku mempunyai pola tersendiri untuk menggaet korban dan cara membunuhnyapun bukan asal-asalan saja. Semua serba terorganisir, terencana dengan sangat rapi sehingga akan semakin sulit menangkapnya. Pelaku biasanya sangat ahli dan lihai dalam penyamaran, bukan tidak mungkin ia pernah sangat dekat dengan korban tanpa disadari. Seperti halnya dengan kasus pembunuhan berantai ini yang korbannya adalah ratu kecantikan. selama 4 tahun Grif , kepala agen Powell dan Nic dari FBI sangat kewalahan dalam menebak siapa yang membunuh korban dengan sangat kejam. Setiap korban dipilih dengan teliti baik secara fisik maupun kepribadian dan kehidupan sehari-harinya sehingga memudahkan pelaku untuk menggiring dalam perangkapnya. Ratu kecantikan dibunuh dengan cara yang berbeda-beda, tergantung dari bakat dan keahlian yang mereka punya, bila bakat menari maka kedua kaki akan dipotong, ahli biola maka kedua tangan dan lengan yang menjadi sasaran, seorang penyanyi maka leher yang digorok, sadis bukan?

Gale Ann Cane, Miss Universe yang sangat pandai menari, ditemukan oleh kakaknya dalam keadaan mengenaskan, kedua kaki jenjangnya yang dipakai untuk menari dipotong dengan sadis. Ia berhasil dibawa ke rumah sakit dengan penjagaan yang ketat dan  dalam keadaan antara sadar dan tidak, ia membisikkan kata dua puluh poin dan permainan sebagai kata terakhir. Ya, ini adalah permainan kematian, dimana setiap korban diberi nilai poin yang berdasarkan warna rambut. 20 poin untuk warna rambut merah, 15 poin untuk warna rambut pirang dan 10 poin untuk warna rambut coklat. Selain itu di setiap TKP pasti akan ada mawar dengan warna yang berbeda karena mawar kuning untuk korban berwarna rambut merah, mawar merah muda untuk korban warna rambut pirang dan mawar merah bagi korban dengan warna rambut cokelat. 

Siapa yang menyangka permainan kematian yang hanya berawalan dari keisengan justru membuat pemainnya merasakan sensasi yang tak pernah ia duga. Baginya memainkan peranan hidup dan mati memberikan pengalaman  luar biasa yang tak pernah dialami sebelumnya. Dan lebih membuatnya merasa kecanduan dibanding dengan semua jenis narkoba yang pernah ia konsumsi. Setiap kali ia mendengar jeritan ketakutan, kesedihan dari korbannya, setiap kali itu pula ia merasakan sensasi kegembiraan dan semakin bersemangat, bergairah untuk membunuh. Semakin lama permainan ini mendekati garis akhir dan tentu saja target poin yang dikumpulkan semakin tercapai, ia harus cepat-cepat mengakhirinya dan tak ingin lawannya memenangkan permainan ini.Ya ternyata permainan ini dilakukan oleh 2 orang saudara sepupu sementara Grif dan Nic kemungkinan tidak menyadari akan hal ini. Semakin mendekati batas akhir, salah seorang pemain mengubah peraturan, yakni siapa yang kalah maka ia akan mati ditangan sang pemenang, tentu saja hal ini membuat mereka semakin tertantang dan pembunuhan pun semakin sering dilakukan.


Senin, 28 November 2022

RESENSI TERBUNUHNYA SEORANG BANKIR AUGUSTO DE ANGELIS

 Judul Asli : The Murdered Banker

Judul Terjemahan : Terbunuhnya Seorang Bankir

Penulis : Augusto De Angelis

Penerbit : Fiksi Laksana

Tebal : 228 halaman

Peresensi : elok mayangsari

 Baru pertama kali ini baca buku yang dikarang oleh penulis Itali, jujur sih awalnya agak kesulitan mencerna karena bahasa terjemahannya yang mungkin kurang luwes,juga nama Italia dari tokoh yang asing dan agak susah diingat jadi merasa aneh aja. Sempet terbengkalai beberapa hari juga sih karena moodnya kurang bagus tapi ujungnya tetep berusaha karena merasa sayang aja udah dibeli tapi ga dibaca. 

Buku ini berisi tentang cerita kriminal, seperti Sherlock Holmeslah. Jadi seorang Inspektur bernama De Vincenzi  berusaha melakukan penyelidikkan secara cermat tentang kasus terbunuhnya seorang bankir. Korban ditemukan di sebuah kamar apartemen dengan luka tembakan di kening dan  kamar tersebut adalah milik sahabat karib Inspektur. De Vincenzi sangat tidak yakin bahwa sahabatnya, Aurigi, akan mampu melakukan pembunuhan namun bagaimanapun TKP sudah jelas dan akan menggiring opini bahwa memang Aurigi yang membunuhnya. Bukti-buktipun terkuak satu persatu dan memberatkan Aurigi, anehnya mengapa justru Aurigi terlihat pasrah seakan mengakui. Tapi tiba-tiba, datanglah Maria Giovanna, tunangan Aurigi, yang secara mengejutkan lagi berkata bahwa dialah yang membunuh bankir itu, apakah Maria sengaja melakukan untuk menutupi kekasihnya atau ada hal lain. Fakta yang jelas adalah Aurigi mempunyai hutang yang besar pada korban dan harus melunasinya pada hari itu namun korban malah terbunuh di kamnarnya. Sedangkan  tabung sianida dan lipstik yang ditemukan adalah milik Maria, lalu apa kegunaan sianida tersebut mengingat korban ditembak dengan senjata api yang mematikan tanpa perlu campur tangan sianida. 

Cerita yang boleh dikatakan menarik karena tokoh De vincenzi menyelesaikan kasus ini hanya 2 hari saja dan diselesaikan langsung di TKP. Ini terbukti bahwa De Vincenzi sangat lihai, cerdas, cermat sehingga mampu melakukan hal tersebut. Tapi tetep aja sih merasa kurang sreg, entah dibagian mananya, yang jelas merasa kurang  menikmati dalam proses membacanya. 

Senin, 21 November 2022

RESENSI SIGNATURE DISH

 Judul : Signature Dish

Penulis : Rinoevans

Via : @cabaca

Peresensi : Elok MAyangsari 

Cerita ini hanya 13 bab, singkat, padat tapi tetap menarik. Terjadinya kasus pembunuhan seorang Chef , yang bernama Putu Yuliana menjadikan beban bagi Nadira, teman koleganya. Mereka sama-sama bekerja di Salt & Grill sebagai chef namun diakui oleh Nadira bahwa mereka bukanlah sahabat dekat. Kematian Yuliana membuat semua teman dan pemilik Salt & Grill yakni Michael, terkejut karena tidak menyangka salah satu chef nya akan berakhir secara mengenaskan. Di TKP ditemukan sebuah pisau, replika hidangan yang terbuat dari lilin dan secarik kertas bertuliskan Appetizer. Replika hidangan ini adalah Caesar Salad. Polisi lalu melakukan investigasi dan menemukan bahwa pisau di TKP sama dengan pisau yang ada di kitchen set Resto, selain itu replika Caesar Salad ternyata adalah signature dish dari salah satu chef Salt & Gril, yakni Nadira. Tentu saja Polisi tidak akan bertindak gegabah dan tetap mencari bukti-bukti lain. 

Ardi Sanjaya, teman kolega Nadira sangat memahami kondisi saat ini. replika signature dish yang ada di TKP saja cukup membuat Nadira shock terlebih ternyata hasil forensik mendapati sidik jari pisau di TKP sama dengan sidik jari Nadira. Hal ini membuat Ardi bersimpati dan selalu menjaga Nadira. Polisi tidak dapat langsung menahan tersangka karena ternyata Nadira termasuk dalam daftar orang-orang yang kebal hukum, tentu saja membuat hal ini semakin sulit. Di saat masalah ini belum selesai, Michael, pemilik Salt & Grill menjadi korban kedua. Ia diracun dengan sianida lewat main course yang dihidangkan dalam jumlah yang tinggi sehingga langsung merenggut nyawanya.  Ditemukan tak bernyawa di restoran india tempat favoritnya dan entah itu kebetulan atau tidak sebelum Michael tewas, ia bertemu dengan Nadira di tempat kejadian, selain itu main course yang dipesan korban adalah chicken tandori yang merupakan signature dish chef Nadira. Hal ini semakin membuat Nadira tersudut dan terancam. Semua bukti seakan menuduhnya dengan sangat jelas.  

Pelaku memiliki dendam masa lalu yang membara, usaha resto ayahnya menjadi bangkrut akibat kelicikan saingan bisnis. Tidak hanya itu, resto tersebut juga terbakar habis dan yang paling mengerikan adalah orangtua pelaku terikat di dalam resto tanpa bisa menyelamatkan diri hingga akhirnya tewas mengenaskan. Kejadian ini membuatnya marah, benci, dendam, dan pada akhirnya ia berjanji suatu saat nanti ia akan membalas semua sakit hatinya dan inilah saatnya untuk bergerak. Target ke 3 yakni Dessert, Choco lava yang juga signature dish Nadira membawanya menjadi korban selanjutnya. Nadira tak menyangka bahwa ia akan terjebak dan menjadi target korban berikutnya. 

Walaupun cerita pembunuhan tapi sangat ringan dan enak untuk dibaca. Bukan cerita yang membutuhkan konsentrasi tinggi namun bener-bener menarik untuk di baca. Yang dapat disimpulkan adalah bahwa memelihara dendam dan melampiaskannya dengan cara yang salah akan membawa pada kehancuran diri sendiri. Seperti pelaku yang pada akhirnya karena kecerobohannya membuat jati dirinya terbongkar begitu saja dan berujung pada penjara dengan hukuman 12 tahun. Lalu untuk apa membalas dendam kalau hanyan akan membuat hidup menjadi susah.

Senin, 14 November 2022

RESENSI RAMA'S STORY : GITA HAZARD !

 Judul : Rama's Story : Gita Hazard!

Penulis : Cancan Ramadhan

Penerbit : Deepublish

ISBN : 978-623-02-0467-8

Cetakan : I, 2020

Peresensi : Elok Mayangsari

"Only God Can Judge Me" sebuah tato yang melekat di pundak belakang seorang lelaki yang tengah menyiksa korban dengan bengis dan kejam. Dia menebas tangan korban dengan perlahan namun cepat, tak peduli dengan erangan kesakitan yang menggema. Sesaat kemudian tubuh korban dilemparkan dari balkon  dan mendarat mulus dengan mengerikan. Dialah sang pembunuh berantai. Semua korbannya adalah selebritis terkemuka, artis, model, penyanyi, presenter yang mana sedang naik daun, populer dan mudah untuk didekati dengan berbekal wajah yang tampan dan tutur lembutnya. Semua terbuai hingga pasrah memasuki jeratan iblisnya. Dia selain cerdas ternyata memiliki kemampuan beladiri yang tak dapat dipungkiri, Rama, bodyguard sarah sang diva saja merasakan hal yang sama. Bahkan Rama merasakan hawa hasrat membunuh yang sangat tajam hingga membuat merinding.

Semua korban di potong tangannya, terdapat kekerasan seksual dan luka tusukan di berbagai tempat termasuk daerah intim. Selain  itu setiap korban  memiliki aroma buah yang sama di area tangannya. Ia menebas dengan rapi dan cepat, dan di setiap TKP tak pernah ada jejak yang tertinggal. Sarah, sang diva menjadi target selanjutnya hingga ia harus mendapatkan pengawalan extra, namun siapa sangka sayatan yang tertulis di tubuh korban ke 6 adalah strategi pengalihan yang dilakukan pembunuh. Ia membuat semua terkecoh padahal target yang selanjutnya adalah Gita, polwan sexy, pemimpin kasus pembunuhan berantai dan sekaligus pacar Rama. Pembunuh ini memang sakit jiwa bagaimana mungkin hanya melihat Gita yang sedang memendam amarah karena merasa gagal menangkap buronan menyebabkan ia sangat bergairah dan ingin memilikinya. Bergairah nafsu sebagai lelaki sekaligus hasrat yang tak terbendung untuk membunuh dan menambah koleksi tangan wanita. 

Dendam yang terlalu dalam bisa mengakibatkan rasa hati yang kosong, hampa, dingin. Tak rela melihat ibunya menderita karena perselingkuhan ayahnya dengan seorang artis, ia bertekad suatu saat akan membalas perbuatan ayahnya. Namun balas dendamnya dilampiaskan dengan cara yang tak wajar, memburu selebritis wanita , menjadikannya boneka hidup, menyiksa dan membunuh dengan kejam. Nafsu membunuh yang berkobar sekan tak ada habisnya, baginya selebritis manapun tak akan dapat menghapus dahaga dendamnya, mungkin bahkan sudah menjadi candu baginya untuk membunuh dan terus membunuh. 

Cerita pembunuh berantai yang menyihir pembacanya untuk terus membaca sampai habis. Baru kali ini membaca kisah serial Rama dan ternyata seru banget. Apalagi ditambah aksi Rama dan Gita yang berusaha melacak siapa pelaku sesungguhnya ditambah lagi dengan trik-trik cerdas yang dilakukan pembunuh hingga pihak kepolisian kewalahan, Rama benar-benar menemukan tandingan yang sepadan karena mereka berdua mempunyai tingkat kejeniusan yang setara, sungguh lawan yang sebanding.

Minggu, 06 November 2022

RESENSI ANTE MERIDIEM

 Judul : Ante Meridiem

Penulis : Daniel Ahmad

Via : @cabaca

Peresensi : Elok Mayangsari

Menurut legenda, di kampung kelang ini konon ada seorang ahli sihir bernama Datu lengek, ia mengasingkan diri karena menentang ajaran islam. Datu Lengek meskipun dibunuh berkali-kali namun tetap tidak pernah mati, malahan kesaktiannya semakin menjadi, sehingga ia diasingkan di pulau kecil bernama gili selaq, tempat dimana aliran selak memperkuat ilmu hitamnya dan menjadi pusat kekuatan gaib terbesar di lombok timur dan barat. Datu kelang menjadi terusik kembali tatkala ada seorang manusia bernama abdi sagara yang membangun perumahan di desa kelang, ia marah dan meneror warga dengan mengambil jiwa anak gadis dan selama teror berlangsung api di gili selak akan terus menyala. Dari sinilah ada tradisi roah agar menjaga anak gadis dari kejaran Datu lengek yang telah menjelma menjadi iblis kasat mata.

Roah Segare merupakan adat dari kampung kelang yang sudah dipercaya turun temurun. Roah dilakukan dari jam 6 sore hingga api di gili selak padam dan yang wajib mengikuti adalah semua anak perawan berumur 17 tahun tanpa terkecuali. Selama roah, para gadis tidak diperbolehkan tidur, makan, minum maupun ke kamar mandi. Mereka hanya harus berbaring di tempat tidur dengan berselimutkan kain kafan dan tidak diperbolehkan turun dari ranjang. Selain itu semua pintu, jendela harus ditutup rapat dan di beri bambu kuning. Menurut kepercayaan bila salah seorang gadis tak sengaja tertidur maka ia akan bisa melihat sesuatu yang tak seharusnya dilihat dan bisa berakibat fatal. Papuk Kalis selaku ketua adat selalu memimpin roah ini dengan sangat cermat karena takut bila roah gagal maka akan terjadi bencana. Seperti roah kali ini, salah seorang gadis gagal dan paginya ditemukan masih bernyawa namun mata menatap kosong dan hanya diam, kaku. Sesuai aturan, maka roah pun dilakukan kembali. Risma,Puan,Ema adalah korban dari kegagalan roah, hal ini memicu amarah para warga. Mereka takut, cemas, marah karena merasa anak gadisnya dikorbankan hanya untuk sebuah tradisi, mereka mulai tidak percaya akan tradisi ini. Roah yang dilangsungkan berhari-hari tentu saja membuat para gadis kecapaian, mengantuk, tapi tak berdaya untuk menolak. 

Di tengah suasana yang tak kondusif, papuk kalis, ketua adat ditemukan bersimbah darah, tak bernyawa dengan luka tusukan. Suasana semakin memanas, aksi saling tuduh dan curiga pun tak terhidari. Datuk lengek semakin beraksi, mengambil jiwa gadis-gadis dengan mudahnya, para lelaki tak bisa melihat wujud iblis sehingga mereka kesusahan dalam membantu menyelamatkan gadis-gadis. Rencana evakuasi untuk pindah ke desa seberang pun terkendala karena iblis menyerang dengan ganasnya. Desa kelang yang tandinya tenang kini mencekam, tercerai berai. Datu lengek, sang iblis yang kejam telah kembali dan siap memporak porandakan desa kaleng.

Kisah ini bener-bener menarik, ga bikin bosen pokoknya. Apalagi ternyata di akhir cerita kita dikejutkan dengan suguhan plot twist yang mengejutkan. Dijamin ga bakal nyesel baca cerita horor ini.


Kamis, 20 Oktober 2022

RESENSI POST MERIDIEM DANIEL AHMAD

 

Penulis : Daniel Ahmad

Via : @cabaca

Peresensi : Elok

Setiap malam Desa Keruak berubah menjadi seperti desa mati. Tanpa lampu, cahaya yang menerangi, hanya ada kegelapan dan kesunyian serta ketakutan yang mencekam. Ketakutan ini mempunyai alasan tersendiri, semua warga tak ingin menjadi korban. Dia datang dengan wujud kegelapan, bisa masuk ke sela-sela dinding yang tak tertutup rapat, dia bisa juga datang dengan tiba-tiba bila ada setitik cahaya dan juga tangisan seorang anak yang baru lahir. Tak berwujud manusia namun bentuk kegelapan yang menghantui cukup membuat desa Keruak menjadi desa yang penuh misteri. Kisah ini berawal dari adanya seorang tabib yang terkenal pada waktu itu, namun tak ada seorang pun yang tahu bahwa ia menjadi tuselak, pemuja iblis. Untuk menjadi tuselak yang sesungguhnyapun harus dilakukan secara bertahap dan jika satu tahap tidak berhasil maka jiwa raganya terjebak dalam kekuasaan iblis. Tak jauh dari Dersa Keruak, di gunung Trawangan terdapat banyak gundukan tanah dan altar sebagai ritual yang dilakukan oleh orang-orang kota yang datang untuk meminta pesugihan. Rumor berkembang hingga di berbagai penjuru hingga membuat banyaknya orang datang mencari jalan pintas demi mencapai kesuksesan walau harus mengorbankan nyawa seorang manusia. 

Cerita tentang pesugihan memang sangat menarik untuk dijadikan bahan apalagi di tambah dengan unsur horornya akan menjadi sesuatu yang lebih menarik lagi, seperti gambaran dari iblis yang berwujud hitam dengan kepala bercabang, dan setiap kepala itu ternyata adalah berwujud bayi yang dengan ganasnya melahap setiap tumbal yang diberikan dengan tanpa ampun dan menyisakan tubuh yang menghitam tak berdaya, sudah pasti membuat merinding kan. Belum lagi ada fakta yang terkuak tentang mengapa penduduk asli desa keruak yang memilih tinggal berjauhan dengan pendatang, pada akhirnya hanya tinggal puing belaka, habis tak bersisa. Yah mereka semua dipakai sebagai tumbal oleh orang-orang yang hanya memikirkan ambisi pribadi.


Kamis, 15 September 2022

RESENSI 9 SR

 Judul : Resensi 9 SR

Penulis : Huning Margaluwih

Via : @cabaca

Peresensi : Elok Mayangsari

Penggelapan pungli jenazah korban bencana alam yang dilakukan oleh pembelot yang tamak membuat banyak nyawa melayang. Presiden disekap, dianiya, dipaksa memberikan data-data rahasia BMKGI, Bahkan Kepala staf ahli BMKGI pun turut menjadi korban dan ironisnya pada saat Idris , Kepala staf ahli BMKGI meregang nyawa disaksikan dengan jelas oleh Basudewa, sang Presiden. Namun pembunuhan yang terjadi ditutup dengan rekayasa seolah-olah Idris bunuh diri dengan cara gantung diri. Yodha, sang anak merasa sangat terpukul namun di sisi lain ia merasa bahwa ayahnya tidak mungkin berbuat senekat itu. 

Alam mulai menunjukkan kekuasaan dan kekuatan dengan dimulainya perubahan perilaku hewan. Banyaknya burung yang berimigrasi dan hewan lautpun seolah enggan menetap dan berpindah besar-besaran. Masyarakat tidak begitu peduli dengan beberapa kejadian aneh ini namun Yodha dan Arimbi dengan kecerdasannya merasakan ada sesuatu yang aneh. Sementara jauh di sudut kota Yogyakarta, Gayatri seorang yang titen, yang telah menguasai alam merasakan hal yang sama, bahwa akan terjadi sesuatu yang maha dahsyat. Lintang kemukuspun mulai menampakkan dirinya membuat Gayatri semakin yakin bahwa alam sedang murka dan akan mengamuk. Tepat setelah beberapa kejanggalan terjadi, dimulailah datangnya gempa di seluruh pelosok. Dari yang hanya desiran halus sampai pada goncangan yang sangat dahsyat dan disusul oleh meletusnya gunung yang maha dahsyat. Saat itu Gayatri tengah bersama Yodha, Arimbi, dan 2 saudara kembar teman mereka. Kepanikan melanda, korban mulai berjatuhan, dimana-mana mayat bergelimpangan, kota hancur luluh lantak. Belum selesai dampak dari gempa dan gunung meletus, disusul dengan datangnya tsunami yang menyebabkan semakin bertambahnya korban. Gayatri, Yodha dan kawan-kawannya bahu membahu membantu para korban walaupun mereka sendiri merasa sangat takut. Semua ini tidak akan terjadi andai saja BMKGI seperti biasa mermberikan informasi yang detail mengenai bahaya yang akan terjadi namun kali ini BMKGI tidak melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga menyebabkan kehancuran total.

Ceritanya menarik dan seru banget walopun banyak deskripsi ilmiahnya yang membuat agak sedikit bosan pada awalnya tapi pada saat bencana terjadi, bener-bener bisa merasakan ketegangannya dan akhirnya semakin penasaran, lanjut baca sampai tuntas.Kisah yang penuh dramatis.