Tampilkan postingan dengan label resensi buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi buku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 September 2024

RESENSI TEROR DI CIJANTUNG

 Judul : Teror Di Cijantung

Penulis : Erby S

Penerbit : Anak Hebat

Tebal : 280 halaman

ISBN : 9786237115540

Cetakan : 1, April 2019

Peresensi : Elok mayangsari

Kalau dilihat dari judulnya sudah pasti dikira buku ini bergenre horor atau kisah tentang hantu atau setan yang meneror keluarga sebagai akibat dari perjanjian keramat yang dilakukan. Tapi ternyata salah besar, teror yang dimaksud disini tidak berkaitan dengan perhantuan melainkan lebih menegangkan lagi. Sebuah keluarga yang tadinya memaksakan untuk dapat hidup dengan mewah walaupun dengan gaji yang pas-pasan hanya karena harga diri yang tinggi, menjadi terpuruk karena Andri sang kepala keluarga harus kehilangan pekerjaannya. Dipecat dengan tidak hormat dan tanpa pesangon akibat dari ulahnya yang ketahuan mencuri di kantor. Pindah ke kota lain dengan rumah yang sederhana, tanpa pekerjaan tapi tetap berusaha hidup mewah demi tidak ingin membuat dua anaknya kecewa. Saat kondisi semakin sulit karena pesangon hampir habis dan kebutuhan tetap harus terpenuhi, maka Andri dan istri berusaha meminjam uang pada tetangga sebelah. Namun siapa sangka, bujuk rayu setan lebih dominan sehingga Andri membunuh kedua pasutri itu dengan keji dan mengambil semua uangnya. Dan yang lebih seram lagi ke dua korban dimutilasi dan di simpan di dalam kulkas. Awalnya mereka hanya mencari amannya saja namun saat uang rampasan telah menipis hanya untuk memenuhi hasrat setiap saat mengkonsumsi makanan enak, tak disangka mereka melakukan hal gila. Mereka menyayat potongan tubuh korban dan memasaknya menjadi opor untuk disantap sekeluarga. Ke dua anaknya tidak curiga, bagi mereka makan daging setiap hari terasa sangat nikmat namun setelah hal itu terbongkar, lagi-lagi terpedaya bujukan iblis, dua anak muda ini malah mendukung oarangtuanya, sungguh keluarga yang gila. Kalau dulu mereka berpikir bahwa dengan uang maka bisa makan enak setiap hari namun sekarang yang ada dipikiran mereka adalah bagaimana cara agar bisa makan daging manusia setiap hari, ya mereka telah kecanduan. Daging manusia yang gurih, nikmat melebihi daging apapun membuat candu karena bisa meyebabkan rasa damai, bahagia, yang tidak pernah dirasakan sebelumnya.

Kisah ini benar-benar membuat "speechles", membayangkannya saja sudah mengerikan. Bagaimana mungkin kecanduan memakan daging manusia. Ide ceritanya bagus banget, dikemas dalam tulisan yang ringan, mudah dipahami namun mampu membuat tercengang. Sangat rekomended. 

Selasa, 10 September 2024

RESENSI LASMI

 Judul : Lasmi

Penulis : Falen & Ara

Penerbit  : Medikita

ISBN : 978-979-794-612-8

Cetakan : 1, jakarta 2020

Tebal : 262 halaman

Genre : Horor

Peresensi : Elok mayangsari


Lasmi merupakan sebuah cerita horor dimana penulis yanng secara tidak sengaja bertemu dengan Lasmi melalui sebuah media spiritual dan ia menceritakan kisah hidupnya pada penulis. Penulis sendiri memang bergabung dalam tim supranatural yang bernama Saskara. 

Lasmi adalah gadis desa yang sebatang kara, hidup dalam asuhan Bi Entin, bibinya. Mereka bekerja sebagai pemetik daun teh di perkebunan teh milik seorang Kolonial Belanda. Suatu hari Lasmi bertemu dengan Asep, seorang pemuda yang sedang mengantar hasil panen tomat pada tengkulak. Benih-benih cinta mulai tumbuh dan kemudian Asep pun menikah dengan Lasmi. Kehidupan rumah tangga mereka sangat bahagia, Lasmi pun menjadi sinden atas bimbingan dari Mertuanya. Dari panggung ke panggung ditemani Asep dan rombongan nya ia menjadi primadona. Namun karena hamil, Lasmi pun sempat berhenti untuk manggung, tetapi suatu hari ia merasa sepeti ngidam untuk menyinden. Asep dengan berat hati mengijinkannya untuk manggung sekali ini saja karena Lasmi sedang mengandung buah cinta mereka. Namun naas, hari itu ternyata menjadi hari terakhir Lasmi naik ke panggung. Ia tewas menjadi korban tabrak lari sepulangya dari manggung. Lasmi merasa marah, kecewa, sedih hingga tiba-tiba rohnya menjadi sosok kuntilanak yang ganas, beraura dingin,bermata merah menyala. Ia tidak terima mati mengenaskan. Asep pun merasa dunianya hancur seketika, ia berjanji akan selalu menjaga pernikahan suci ini dan Lasmi selalu mendampingi Asep meski dalam wujud yang berbeda. 

Novel ini bercerita tentang sebuah kesetiaan yang abadi, cinta pertama yang tetap bersemayam di hati hingga hari akhir. Asep yang ditinggal Lasmi tetap menjaga cinta mereka meskipun ada Nenden teman masa kecil yang sangat tulus mencintainya namun hati Asep hanya untuk Lasmi seorang.