Judul Terjemahan : Ceritakan Mimpi-Mimpimu
Pengarang : Sidney Sheldon
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 432 halaman
Cetakan : Jakarta 1999
ISBN : 979-655-284-1
Kategori : Fiksi
Genre : Psychology
resensi novel, resensi buku, resensi buku islam, resensi buku agama, resensi buku agama islam, contoh resensi buku, contoh resensi novel, sinopsis buku, sinopsis novel, sinopsis buku agama, sinopsis sejarah
Judul : Teror Di Cijantung
Penulis : Erby S
Penerbit : Anak Hebat
Tebal : 280 halaman
ISBN : 9786237115540
Cetakan : 1, April 2019
Peresensi : Elok mayangsari
Kalau dilihat dari judulnya sudah pasti dikira buku ini bergenre horor atau kisah tentang hantu atau setan yang meneror keluarga sebagai akibat dari perjanjian keramat yang dilakukan. Tapi ternyata salah besar, teror yang dimaksud disini tidak berkaitan dengan perhantuan melainkan lebih menegangkan lagi. Sebuah keluarga yang tadinya memaksakan untuk dapat hidup dengan mewah walaupun dengan gaji yang pas-pasan hanya karena harga diri yang tinggi, menjadi terpuruk karena Andri sang kepala keluarga harus kehilangan pekerjaannya. Dipecat dengan tidak hormat dan tanpa pesangon akibat dari ulahnya yang ketahuan mencuri di kantor. Pindah ke kota lain dengan rumah yang sederhana, tanpa pekerjaan tapi tetap berusaha hidup mewah demi tidak ingin membuat dua anaknya kecewa. Saat kondisi semakin sulit karena pesangon hampir habis dan kebutuhan tetap harus terpenuhi, maka Andri dan istri berusaha meminjam uang pada tetangga sebelah. Namun siapa sangka, bujuk rayu setan lebih dominan sehingga Andri membunuh kedua pasutri itu dengan keji dan mengambil semua uangnya. Dan yang lebih seram lagi ke dua korban dimutilasi dan di simpan di dalam kulkas. Awalnya mereka hanya mencari amannya saja namun saat uang rampasan telah menipis hanya untuk memenuhi hasrat setiap saat mengkonsumsi makanan enak, tak disangka mereka melakukan hal gila. Mereka menyayat potongan tubuh korban dan memasaknya menjadi opor untuk disantap sekeluarga. Ke dua anaknya tidak curiga, bagi mereka makan daging setiap hari terasa sangat nikmat namun setelah hal itu terbongkar, lagi-lagi terpedaya bujukan iblis, dua anak muda ini malah mendukung oarangtuanya, sungguh keluarga yang gila. Kalau dulu mereka berpikir bahwa dengan uang maka bisa makan enak setiap hari namun sekarang yang ada dipikiran mereka adalah bagaimana cara agar bisa makan daging manusia setiap hari, ya mereka telah kecanduan. Daging manusia yang gurih, nikmat melebihi daging apapun membuat candu karena bisa meyebabkan rasa damai, bahagia, yang tidak pernah dirasakan sebelumnya.
Kisah ini benar-benar membuat "speechles", membayangkannya saja sudah mengerikan. Bagaimana mungkin kecanduan memakan daging manusia. Ide ceritanya bagus banget, dikemas dalam tulisan yang ringan, mudah dipahami namun mampu membuat tercengang. Sangat rekomended.
Judul : 101 Peninggalan Misterius dan Legendaris di dunia
Penulis : Evi Larasati
Penebit : PT. Grasindo
Editor : Anjelita Noverina
Penata Isi : Ermina Dwi Suswanti
Desain Cover : Artkringan Studio
ISBN : 978-602-251-727-6
Sampul : Soft Cover
Tebal : 186 halaman
Buku ini berisi tentang berbagai macam peninggalan misterius yang ada di dunia. Terbagi menjadi 15 sub isi, yakni :
- 6 benda purba misterius
- 8 buku misterius
- 6 naskah misterius
- 7 patung misterius
-5 perhiasan terkutuk
- 7 batu mulia terkutuk
- 9 kisah misteri di balik pedang
- 6 monumen misterius
- 3 hutan misterius
- 7 gedung misterius
-7 situs misterius
- 6 kuil misterius
- 6 reruntuhan misterius
- 8 lukisan misterius
- 11 kisah mistis di balik topeng dunia
Buku ini sangat menarik bagi pecinta sejarah, arkeologi karena memuat berbagai macam misteri sejarah yang mungkin sampai saat ini belum dapat dipecahkan dan masih dalam penelitian. Semua sub bahasan diulas dengan sangat jelas, sehingga mudah dipahami dan sangat menarik karena kaya akan informasi-informasi yang mungkin belum pernah kita ketahui secara umum, didukung pula dengan ilustrasi yang menarik sehingga tidak membosankan. Dari buku ini juga baru tau bahwa ternyata di dunia ini masih banyak misteri-misteri yang belum tergali secara utuh alias masih di pelajari sampai sekarang bahkan ada pula yang sampai saat ini tidak dapat di pecahkan misterinya, layaknya kasus misteri yang berujung pada kabinet yang tertutup ....
Judul : Penyembah Iblis
Penulis : Erby S
Penerbit : Anak Hebat Indonesia
ISBBN : 978-602-0770-30-7
Tebal : 174 Halaman
Peresensi : elok mayangsari
Harta merupakan sebuah kebutuhan pokok yang digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan hidup. Tanpa harta semua menjadi sulit, rumit dan membuat kacau kehidupan. Mereka yang merasa sudah cukup lelah mengais rejeki demi sesuap nasi maka seringkali menempuh jalur ekspress untuk meraup uang sebanyak mungkin tanpa bersusah payah bekerja keras. Sama halnya dengan Johan dan Rosa yang bekerja sama dengan iblis untuk mendapatkan kekayaan. Mereka setiap hari selasa wajib mengorbankan orang dengan cara menggorok lehernya hingga nyaris putus lalu darahnya akan dicipratkan ke pohon beringin di belakang rumahnya. Yah poho beringin itulah tempat tinggal sang iblis pemberi harta. Setelah ritual dikerjakan maka uang akan langsung datang menghampirinya dalam jumlah yang sangat banyak.
Ritual itu memberi dampak di kampungnya karena setiap hari selasa semua makanan dan minuman akan berubah menjadi busuk dan jamuran. Awalnya masyarakat hanya heran saja namun karena kejadian itu berulang kali maka dipastikan setiap selasa tidak ada yang menjual makanan dan minuman. Bahkan mereka harus pergi keluar dari kampungnya untuk sekedar minum dan makan saja. Suatu hari Johan bertemu dengan Hendi, pendatang dari jauh. Awalnya Hendi hanya ingin bertanya jalan saja namun siapa sangka ia justru terjebak dengan permainan licik Johan. Hendi, istri dan anaknya disekap di sebuah kamar berjeruji sehingga tidak dapat melarikan diri. Mereka akan menjadi tumbal untuk ritual pesugihan yang akan datang.
Cerita ini ringan, santai, tidak horor justru mulai terasa tegang pada waktu perkelahian antara Santo dn Hendi yang berusaha mati-matian melawan Johan. Johan yang sudah seperti kesurupan memang bukanlah lawan yang ringan bagi mereka berdua, mungkin karena ia sudah dikuasai iblis. Tapi yang bikin angkat jempol adalah endingnya yang plot twist, bener-bener bikin ga percaya.
Judul : Lasmi
Penulis : Falen & Ara
Penerbit : Medikita
ISBN : 978-979-794-612-8
Cetakan : 1, jakarta 2020
Tebal : 262 halaman
Genre : Horor
Peresensi : Elok mayangsari
Lasmi merupakan sebuah cerita horor dimana penulis yanng secara tidak sengaja bertemu dengan Lasmi melalui sebuah media spiritual dan ia menceritakan kisah hidupnya pada penulis. Penulis sendiri memang bergabung dalam tim supranatural yang bernama Saskara.
Lasmi adalah gadis desa yang sebatang kara, hidup dalam asuhan Bi Entin, bibinya. Mereka bekerja sebagai pemetik daun teh di perkebunan teh milik seorang Kolonial Belanda. Suatu hari Lasmi bertemu dengan Asep, seorang pemuda yang sedang mengantar hasil panen tomat pada tengkulak. Benih-benih cinta mulai tumbuh dan kemudian Asep pun menikah dengan Lasmi. Kehidupan rumah tangga mereka sangat bahagia, Lasmi pun menjadi sinden atas bimbingan dari Mertuanya. Dari panggung ke panggung ditemani Asep dan rombongan nya ia menjadi primadona. Namun karena hamil, Lasmi pun sempat berhenti untuk manggung, tetapi suatu hari ia merasa sepeti ngidam untuk menyinden. Asep dengan berat hati mengijinkannya untuk manggung sekali ini saja karena Lasmi sedang mengandung buah cinta mereka. Namun naas, hari itu ternyata menjadi hari terakhir Lasmi naik ke panggung. Ia tewas menjadi korban tabrak lari sepulangya dari manggung. Lasmi merasa marah, kecewa, sedih hingga tiba-tiba rohnya menjadi sosok kuntilanak yang ganas, beraura dingin,bermata merah menyala. Ia tidak terima mati mengenaskan. Asep pun merasa dunianya hancur seketika, ia berjanji akan selalu menjaga pernikahan suci ini dan Lasmi selalu mendampingi Asep meski dalam wujud yang berbeda.
Novel ini bercerita tentang sebuah kesetiaan yang abadi, cinta pertama yang tetap bersemayam di hati hingga hari akhir. Asep yang ditinggal Lasmi tetap menjaga cinta mereka meskipun ada Nenden teman masa kecil yang sangat tulus mencintainya namun hati Asep hanya untuk Lasmi seorang.
Judul : Arkeologi Menguak Rahasia Masa Lampau PUEBLO Kuno
Penulis : Anita Croy
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Cetakan Ke : 1, Juni 2011
Peresensi : Elok Mayangsari
Buku ini merupakan serial dari National Geography yang khusus memaparkan tentang sejarah-sejarah kuno di seluruh dunia, kali ini yang di paparkan adalah Pueblo Kuno. Bangsa Pueblo adalah kelompok pribumi Amerika yang dulu hidup di Baratdaya. Bangsa ini dikenal sebagai petani yang ramah dan tanpa ada pemimpin di dalam kelompoknya. Mereka membangun rumahnya di tebing dan dibawah jurang. Namun setelah mendominasi dataran tinggi Colorado pada 1100-an M mereka tiba-tiba pergi begitu saja. Bangsa Pueblo membubarkan komunitasnya yang telah menghuni lahan seluas 78 Km persegi dan alasan kepergian bangsa ini menjadi salah satu misteri besar bagi para pakar arkeolog.
Pueblo kuno mempunyai 3 kelompok budaya besar yakni Hohokam (200-1450 M), Anasazi (100-1600 M) dan Mogollon (200-1400 M). Pueblo dalam bahasa Spanyol berarti desa. Penjelajah pertama asal Spanyol tiba di Baratdaya pada abad ke 16, tepatnya di Arizona mereka menemukan situs bangunan bertingkat dan reruntuhan pemukiman batu menyerupai perkampungan. Hohokam merupakan petani yang tinggal di wilayah gurun sepanjang sungai Gila dan Salt yang kini dikenal dengan Arizona Selatan. Mereka menggali jaringan kanal luas untuk mengalirkan air ke lahan pertanian selain itu mereka adalah ahli pembuat tembikar. Anasazi adalah mereka yang hidup di dataran tinggi Colorado yang kini dikenal dengan nama Four Corners. Mereka adalah pembuat anayaman handal, selain itu mereka adalah astronom yang mempelajari pergerakan matahari untuk mengetahui pergantian musim. Mogollon adalah mereka yang hidup di dataran tinggi yang kini dikenal dengan Arizona, New Meksiko dan Meksiko. Awalnya mereka hidup di bawah tanah namun kemudian membangun desa yang lebih besar dan mulai bercocok tanam namun kemudian Mogollon perlahan melebur menjadi satu dengan Anasazi.
Buku serial arkeolog ini sangat mudah dipahami, bahasanya ringan, dilengkapi ilustrasi penuh warna sehingga menambah gairah untuk membacanya terus menerus. Buku ini mengulas tentang 3 kelompok budaya besar Pueblo Kuno. Semua dibahas dengan sangat cermat, rapi, detail dan tidak membosankan. Semua serial arkeologi dari National Geography ini memang tidak perlu diragukan lagi karena semua informasi berdasarkasn pada riset ilmiah dan disajikan dengan gaya yang sederhana namun mengandung makna yang sangat dalam.