Sabtu, 26 Maret 2022

RESENSI BELITAN MEMORY

Judul : Belitan Memori
Penulis : V Lestari
Penerbit : Gramedia Pustaka
Tahun : 2005
Tebal : 1032
Peresensi : elok mayangsari

Masa lalu yang pahit seringkali tanpa di sadari terbawa dan membebani setiap langkah kaki. Ingin memberontak melepaskan luka lama, menyesali semua kebodohan dengan menebus semua perbuatan d masa kelam namun kadang tanpa kita sadari penebusan dapat melukai hati orang-orang di sekliling kita baik yang berhubungan ataupun yang tidak ada kaitan dengan masa lalu kita.
Seperti halnya dengan dokter Bima, terjerat masa lalu yang disimpannya seorang diri dan membiarkannya menebus kesalahan dengan caranya sendiri hingga tanpa sadar melukai hati istri, anak-anak dan juga Karina, bahkan yang lebih parah lagi dia menjadi korban pembunuhan akibat ulahnya ini. Namun siapa sangka berawal dari kematiannya justru perlahan menguak tabir misteri yang lebih dalam lagi, mengorek luka lama dan juga kesedihan. Seorang dokter yang ramah, cerdas menjadi korban pembunuhan misterius dan dugaan awal adalah bunuh diri dengan menggunakan morfin. Tapi untungnya ada dokter Alan rekan sejawatnya, pak Raymond selaku kepala Rumah Sakit dan Karina anak asuhnya dan juga perawat yang bekerja di Rumah Sakit tersebut yang menemukan adanya kejanggalan sehingga mereka berusaha menyelidiki dengan diam-diam. Penyelidikkan sempat terhambat karena tiba-tiba ada korban lagi yakni seorang satpam yang juga berada di lokasi kejadian pada saat dokter Bima tewas. Riza, begitulah namanya, diduga overdosis narkotika dan disebelahnya ditemukan kertas yang bertuliskan aku menyesal. Semakin membingungkan dan butuh kesabaran, kejelian untuk meluruskan benang yang terlanjur ruwet, bahkan dokter Alan pun nyaris menjadi korban keganasan sang pelaku. Proses ini pun membuat Karina menemukan misteri tentang orang tua kandungnya, perlahan tabir mulai tersingkap menuntunnya pada sebuah jawaban yang selama ini dia cari.
Novel ini sangat menarik, seru dan alurnya jelas. Namun agak kecewa sedikit karena di akhir penyelesaian justru pelaku tidak menceritakan yang sebenarnya pada Alan, Raymond, memang sih di narasi nya ada alasan yang sesungguhnya tapi ga rela aja kalau itu bukan merupakan bagian dari dialog diantara mereka ber 3, hanya sebuah flash back.

Minggu, 27 Februari 2022

RESENSI NOVEL JANGGAM

Judul : Janggam : Makhluk Perenggut Nyawa
Penulis : Itong Aries Apriadi
Tebal : 272 halaman
Penerbit : CV Garuda Mas Sejahtera
Dibaca via Ipusnas

Desa Kurungan Nyawa mendadak diguyur hujan lebat, petir menggelegar tak henti-hentinya, namun suasana serasa mencekam, tiba-tiba terjadi gemuruh dahsyat layaknya bumi yang terbelah kemudian menghancurkan semua penduduk di desa Kurungan Nyawa.

Pada saat detektif Demmy dan Jefry tiba di desa Kurungan Nyawa, tidak ada satupun yang tersisa. Bagaikan desa tak berpenghuni, mayat-mayat bergelimpangan dimanapun. Namun ada keanehan yang terjadi, semua pria tewas dengan luka bakar disekujur tubuh, hangus dan ada lubang di dada namun tidak menembus dan tidak meninggalkan bekas darah sedikitpun sedangkan para wanita nya pucat pasi, karena darahnya habis tak bersisa, selain itu di tangan kiri mereka terdapat lubang kecil seperti bekas gigitan taring tajam. Begitu pula dengan semua hewan mengalami hal serupa. Apakah ada makhluk penghisap darah yang menghabisi mereka?
Selang beberapa hari, terjadi kasus pembunuhan dan ternyata korban mengalami hal yang sama dengan penduduk Kurungan Nyawa. Apakah penjahat atau mosnter ini telah berani memasuki dusun lain dan mulai menyerang dengan diam-diam. 

Cerita ini membuat penasaran, tegang, serem, seru, apalagi pas Demmy dengan beraninya menantang sosok janggam itu, bener-bener ikutan tegang karena semua tahu bahwa siapa yang mencoba melawan maka akan berakhir seperti para korban, hangus tak bersisa. Untuk pecinta misteri, horor buku ini sangat layak untuk dibaca, beneran ga bikin bosen. 

Jumat, 25 Februari 2022

RASIONALITAS

 Judul : Rasionalitas

Penulis : A Sanusi

Jumlah bab : 23 bab

Dibaca via wattpad

Peresensi : elok mayangsari

Rasionalitas ini adalah novel ke dua dari serial Detektif Roy. Kali ini Roy dan Wijaya kembali beraksi dengan kasus seorang laki-laki yang didapati tewas di dalam mobil yang terkunci. Asumsi kemungkinan korban tewas karena menghirup karbondioksida namun setelah Wijaya meneliti dengan lebih cermat lagi dugaan berubah menjadi sebuah kasus yang mengarah pada pembunuhan. Namun masih ada kejanggalan-kejanggalan yang dirasakan oleh Roy, kalaupun ini adalah pembunuhan, semestinya korban ditaruh di dalam mobil oleh pelaku nah lalu bagaimana menjelaskan cara pelaku bisa keluar dari mobil tersebut? Karena mobil pada saat ditemukan terkunci rapat dengan kunci mobil masih berada pada tempatnya. 

Di novel ini tidak ada pembunuhan lainnya, mereka hanya menangani satu kasus yang membingungkan ini. Berdua menghadapi Pak Cakra, ayahnya Yoga, sang korban, yang sangat temperamental dan bersikeras tidak ingin anaknya diautopsi. Hal ini menumbuhkan kecurigaan dan pertanyaan mengapa Pak Cakra tidak mau bekerjasama untuk mencari tau penyebab kematian anaknya sendiri. Hanya Janu, sang adik yang mau bekerjasama dengan baik pada pihak kepolisian. Kasus ini semakin rumit ketika tiba-tiba keluarga Pak Cakra pergi dari rumahnya dalam keadaan tidak terkunci, aneh bukan. Roy dan Wijaya semakin yakin akan adanya sesuatu dibalik kematian Yoga ini. Namun adanya sebuah petunjuk dari seorang tetangganya yang pada akhirnya membuat pihak Kepolisian menahan Janu. Tapi dugaan meleset jauh ternyata bukan Janu pelakunya, yap Plot Twist yang sangat baguussss dan bikin tertegun. Diluar perkiraan banget kan. Mana Pak Cakra juga tewas di gorok dan istrinya belum bisa berbicara banyak karena syok dengan kejadian tersebut. Jadi siapakah sebenarnya dalang dari semua ini ?

Senin, 21 Februari 2022

RITUAL PEMENGGALAN KEPALA

 Judul : Ritual Pemenggalan Kepala

Penulis : A Sanusi

Jumlah Bab : 25 bab

Dibaca via Wattpad

Peresensi : elok mayangsari

Baru pertama kali baca pakai aplikasi wattpad, tadinya mau cari novelnya Simpleman nah pas browsing malah muncul judul yang langsung membuat tertarik, maklum namanya juga penggemar genre thriller/crime. Novel ini ternyata merupakan serial pertama dari serial kasusnya detektif  Roy dan Wijaya, mereka ber dua adalah detektif dari divisi pembunuhan dari kota Bandung.

Detektif Roy dan Wijaya dihadapkan pada kasus yang menggegerkan kota Bandung, yakni munculnya mayat seorang waita belia yang kepalanya di ganti dengan kepala manekin. Kepala manekin dijahit rapi dengan kulit leher korban, tanpa ada bekas darah dan jejak sidik jari. Mereka berasumsi bahwa hanya seorang yang mempunyai keahlian khusus lah yang dapat membuat mahakarya seperti ini. Dijahit dengan detail, rapi, jarak jahitan yang sama dan hanya orang yang berpengalamanlah yang dapat memenggal kepala tanpa ada jejak darah sedikitpun. Di tempat kejadian perkara juga tidak ditemukan tanda-tanda atau jejak yang mencurigakan, nampaknya pelaku sangat bersih melakukannya. Ke dua detektif ini mulai membuat daftar tersangka yang patut dicurigai dan merujuk pada sekelompok dokter bedah karena hanya merekalah yang mempunyai keahlian seperti itu. Penyelidikkan mereka menuju pada seorang dokter bedah bernama Ryan. Pada saat Roy tanpa sengaja membuntuti Ryan, ia malah di serang. Roy sangat yakin bahwa Ryanlah yang melakukan penyerangan atas dirinya dan bersikukuh menangkap  Ryan, namun keanehanpun terjadi. Pada saat bersamaan ada penemuan mayat kembali, bagaimana mungkin Ryan yang berada dalam bui bisa meletakkan mayat tersebut. Apakah kali ini Roy dan Wijaya salah menangkap orang ataukah ada tangan ke tiga yang membantu Ryan melakukan semua ini ? 

Jalan ceritanya sangat asik, tegang tapi bikin ga beranjak, pengennya dikebut terus sampai habis karena penasaran dengan endingnya. 

Selasa, 15 Februari 2022

RESENSI THE PHILADELPHIA PREYER

 Judul : The Philadelphia Preyer

Penulis : Richard Montanari

Penerbit : Dastan

ISBN : 978-602-247-195-0

Cetakan : I, 2014

 Detektif Kevin Byrne dan Jessica dari Unit Pembunuhan dibuat pusing dengan adanya kejadian pembunuhan yang melibatkan empat orang siswi sekolah katolik. Pembunuhan ini sangat rapi, tidak pernah ditemukan jejak sang pelaku di setiap tempat kejadian perkara. Ini membuktikan bahwa sang pelaku kejahatan adalah seorang yang sangat hati-hati, cermat dan selalu memikirkan setiap hal yang direncanakan.

Persamaan dari  ke empat korban adalah semuanya gadis muda dari sekolah katolik. Mereka diculik dari jalanan kemudian menghilang tanpa jejak. Diduga mereka dibius dengan zat benzodiazepine yang bersifat sementara, bernama midazolam dan juga ditemukan sejumlah obat bernama pavulon. Obat ini untuk melumpuhkan otot-otot rangka namun tidak bersifat menghilangkan rasa sakit. Pada saat ditemukan kondisi tangan dalam keadaan di bor dan dimasukkkan baut baja di tengah tangan lalu keadaan yang sangat parah adalah vagina mereka dijahit rapat dengan benang nilon tebal. Pelaku meninggalkan tanda dalam bentuk salib di setiap dahi korban. Korban juga ditemukan dalam keadaan memegang rosario yang tidak lengkap jumlah butirannya, selain itu pelaku juga meninggalkan satu benda pada tiap korban, entah apa maksudnya. Namun ternyata pelaku kembali mengecohkan para detektif dengan mengincar korban laki-laki.

Novel ini sangat bagus jalan ceritanya, setiap korban dilukiskan dengan sangat detail sehingga terkadang akan menimbulkan kengerian pada saat membacanya. Ada rasa tegang, ngeri yang campur aduk tapi sensasi itulah yang membuat novel ini semakin menarik.

Kamis, 03 Februari 2022

LIMA SEKAWAN BERAKSI KEMBALI

Judul : Lima Sekawan : Beraksi Kembali
Penulis : Enid Blyton
Penerbit : Gramedia 
ISBN : 9796055880
Cetakan ke : 9, Mei 1988
 Novel ini terdiri dari banyak seri, setiap satu novel memuat petualangan yang berbeda. Pemeran utamanya adalah 4 anak pemberani yakni Dick, George, Anne, Julian dan seekor anjing yang tidak kenal takut bahkan selalu melindungi mereka, Timmy namanya. Diceritakan bahwa mereka sedang berlibur dan menginap dirumah George, di Pondok Kirin. Liburan kali ini berbeda karena ayah George, yakni paman Quentin akan memanggil guru les untuk mereka. Sudah dapat dibayangkan bagaimana enggannya mereka untuk belajar pada saat liburan namun hal ini tidak menyurutkan kesenangan, yang penting mereka dapat berkumpul bersama. Pak Roland, Guru baru yang dipilih paman Quentin memang ramah dan sangat pandai dalam segala hal bahkan ia sangat tertarik pada percobaan ilmiah yang sedang di kerjakan paman Quentin. Tapi hanya George yang merasa tidak suka pada guru itu, entah mengapa ia merasa ada sesuatu yang tidak beres. Di sela pelajaran, mereka kembali asyik berpetualang, kali ini mereka menemukan sebuah lubang rahasia di dinding Kirin farm yang di dalamnya ditemukan sebuah kain linen, memuat petunjuk tentang lorong rahasia. 
Suatu hari kertas hasil percobaan ilmiah paman Quentin hilang lenyap padahal tak ada satupun orang yang berani masuk ke kamar kerjanya. Semua dibuat bingung dan membantu mencari kertas tersebut ke seluruh sudut rumah,namun hasilnya nihil. Dan pada saat  George ada di kamar kerja Paman Quentin, ia menemukan petunjuk bahwa pada lantai kamar terdapat gambar yang sama dengan kain linen tersebut, maka merekapun mulai menyusuri lorong tersebut dan ternyata menuju pada Kirin Farm,.disitulah mereka melihat Pak Roland bersama temannya.
Aksi mereka dalam menuntaskan sebuah kasus memang tak perlu diragukan lagi. Keberanian, kejelian, kepintaran mereka membuat setiap kasus mudah untuk di pecahkan. Novel ini sangat favorit karena mengajarkan tentang kesetiakawanan, saling menghargai walau berbeda pendapat, berani untuk meminta maaf bila salah, dan menyayangi satu sama lain serta selalu saling membantu dan melindungi. 

ALICE THROUGH THE LOOKING GLASS

 Judul Asli : Alice Through The Looking Glass

Penulis : Lewis Carroll

Judul Terjemahan : Alice Di Negeri Cermin

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : 1

Tahun : 2016

Tebal : 176 halaman


 Petualangan Alice kali ini adalah berada di negeri cermin, berbeda dengan petualangan sebelumnya yakni Alice in wonderland yang masuk ke dunia petualangan melalui lubang kelinci maka kali ini  ia memasuki  dunia lain dari sebuah cermin . Di negeri cermin ini ia bertemu dengan raja dan ratu catur yang bisa berbicara dengannya. Bertemu dengan taman yang penuh dengan bunga-bunga yang hidup, berbicara layaknya manusia di dunia nyata. Alice tidak tau apa yang terjadi hingga ia tiba-tiba berubah menjadi bidak catur dan saat itulah petualangannya dimulai.

Buku ini tidak hanya berupa cerita saja namun di dalamnya terdapat lirik lagu, ada tulisan terbalik, syair puisi  dan ada ilustrasi yang menarik sehingga tidak membuat pembaca merasa bosan dan jenuh. Alice merupakan tokoh yang sangat cerdas, dia sering berbicara dengan dirinya sendiri untuk memecahkan masalah yang ada, inilah kelebihan dari Alice. Dalam negeri cermin ini dia bertemu dengan berbagai macam tokoh fantasy dan bersama ratu catur ia mencoba menyelesaikan misi nya.