resensi novel, resensi buku, resensi buku islam, resensi buku agama, resensi buku agama islam, contoh resensi buku, contoh resensi novel, sinopsis buku, sinopsis novel, sinopsis buku agama, sinopsis sejarah
Selasa, 10 September 2024
PERFUME
RESENSI NOVEL THE AMBER ROOM
Judul Terjemahan : The Amber Room
Pengarang : Steve Berry
Penerbit : Q - Press
Tebal : 629 halaman
Cetakan : 1, Januari 2006
ISBN : 979-99542-9-0
Kategori : Fiksi
Genre : Adventure
.Novel ini menyajikan alur maju dan mundur yang berkesinambungan satu sama lain. Diawali dengan prolog dengan latar belakang di kamp konsentrasi Mauthausen, Austria pada tanggal 10 April 1945 saat Hermann Goring melakukan penyiksaan dan pembantaian dengan kejam pada tawanan tentara Jerman mengenai tempat ruang amber berada namun ia tidak mendapatkan hasilnya.
Berpuluh tahun kemudian Karol Borya, ayah dari seorang hakim di Atlanta ditemukan meninggal dunia secara misterius, menurut hasil penyelidikkan polisi bahwa laki-laki tua itu tersandung di salah satu tangga dan kemudian jatuh terguling hingga meninggal; lehernya patah saat jatuh. Namun pada saat Paul, mantan suami Rachel memasuki rumah Karol untuk mengurusi semua peninggalan-peninggalan mantan mertuanya, tentu saja dengan ijin Rachel, ia tidak menemukan bekas apapun di di tangga kayu ek tersebut. Paul mengambil surat wasiat mertuanya dan beberapa surat lain yang ia temukan di bank, kemudian ia memberikan semuanya pada Rachel dan mereka membaca bersama semua surat-surat tersebut yang salah satunya adalah untuk Rachel, anaknya. Ada 2 map yang berisi artikel tentang ruang amber, sebuah peta Jerman, surat kabar USA Today, surat wasiat dan surat-surat yang ditulis untuk seseorang bernqama Danya Chapaev. Mereka berdua merasa aneh karena semua artikel berisi tentang ruang amber dan merasaada yang janggal dengan kematian Karol sehingga Rachel berniat untuk menyelidikinya bersama Paul karena orang tua Paul juga mengalami kematian yang dirasa janggal walaupun sebenarnya kematia mereka karena kecelakaan pesawat namun berdasarkan surat yang ditulis Karol, ia menceritakan betapa ia merasabersalah pada orang tua Paul karena menyuruh mereka untuk menyelidiki sesuatu yang menyebabkan mereka akhirnya celaka, dan Rachel yakin sesuatu itu adalah ruang amber.
Penyelidikkanpun dimulai. Rachel terbang ke Jerman untuk mencari Danya. Sementara itu seseorang bernama Knoll bermaksud menemui Rachel, ingin memastikan bawa Rachel sedikit banyak tahu tentang ruang amber seperti ayahnya. Dan ketika ia tidak berhasil menemui Rachel maka ia langsung menghubungi temannya untuk mencari keberadaan Rachel dan membuntutinya. Rachel belum menyadari sepenuhnya bahwa ia akan mendapati dirinya menjadi sasaran. Paul yang saat itu sedang membaca kembali surat-surat mertuanya menemukan sebuah titik terang tentang amber itu sendiri dan tanpa basa basi, ia langsung terbang ke Munich untuk menemui Rachel. Ia merasakan kekhawatiran yang teramat sangat dalam pada mantan istrinya itu.
Rachel telah berhasil menemui Danya bersama dengan Knoll yang telah mengelabui Rachel tentang identitasnya tentu saja agar ia juga bisa menyelidiki tempat dimana amber itu berada dan ternyata ia dan Karol memang pernah melihat ruang amber secara nyata, menurutnya gua amber itu terletak di bagian timur pegunungan Harz, namun sekarang telah ditutup Soviet. Ada begitu banyak gua dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengeksplorasi semuanya dan gua tersebut berbentuk seperti labirin tikus. Nazi memasang kawat dengan bahan peledak di hampir semua lokasi dan menyimpan amunisi di lokasi sisanya. Hal inilah yang menyebabkan Danya dan Karol tidak pernah memasuki gua tersebut. Knoll meminta Danya untuk menggambarkan peta tentang letak gua yang dimaksud, namun setelah merekaber dua pergi dari rumah Danya, ada sesuatu hal yang terjadi. Danya tewas dibunuh.
Peta Danya membawa Rachel dan Knoll pada sebuah terowongan bekas pertambangan dan tiba-tiba terjadi ledakan seperti gempa bumi, Rachel berlari menuju keluar dan mendapati Paul berada di luar terowongan namun ia tidak melihat Knoll. Setelah mencari-cari di sekitar terowongan, polisi yang datang bersama Paul memberi informasi bahwa Knoll tampaknya sudah pergi dengan mobilnya kemungkinan memang ia ingin meninggalkan Rachel terjebak dalam ledakkan di terowongan ini. Rachel pun bergidik, ia merasa sangat takut namun juga tetapingin melanjutkan penyelidikkan ini bersama Paul yang kini telah ada disampingnya.
Senin, 09 September 2024
REVIEW PESTA BUNUH DIRI
Judul : Pesta Bunuh Diri
Penulis : Daniel Ahmad
Penerbit : Gagasmedia
Cetakan : 1, 2022
Tebal : 310 halaman
Peresensi : Elok mayangsari
Orang-orang buangan menjadi penghuni hutan kembar. Mereka awalnya dibuang karena berbagai alasan, seperti penjahat, pembunuh, pencuri, PSK dan sebagainya. Akses ditutup dari berbagai arah sehingga tidak akan ada yang bisa keluar dari tempat tersebut. Namun ada jugha dari mereka yang ditembak mati kemudian mayatnya hanya dibiarkan ditumpuk dibawah pohon besar. Pada mulanya mereka hidup berdampingan dengan para tetua yang telah bermukim lebih dulu di pelosok hutan rimba, jauh dari peradaban dan keramaian. Namun ada satu pantangan yang tidak boleh dilanggar, semua warga tidak boleh berkeliaran di telaga merah, menurut kabar yang berhembus orang yang memasuki kawasan terlarang maka tidak ada yang berhasil keluar dengan selamat.
Selain itu kedatangan sisik hitam selalu membuat warga cemas, takut, ngeri. Sisik hitam mempunyai wajah dan tubuh yang sangat menakutkan, ada yang kepalanya besar, hitam, dan sekujur tibuh terkelupas, ada yang tubuh mengelupas, bernanah dan semuanya mempunyai tanda hitam yang bersisik. Apabila sisik hitam datang maka semua akan serentak masuk ke dalam rumah, menutupi semua lubang hingga tak ada celah sedikitpun. Warga percaya bahwa sisik hitam adalah makhluk halus yang menakutkan dan bisa memakan jiwa orang-orang. Namun tanpa mereka tahu dibalik isu yang dihembuskan tentang sisik hitam, ada seseorang yang memanfaatkan hal ini untuk kepentingan pribadi. Ia tidak segan membunuh orang yang tidak berdosa pada saat sisik hitam memasuki perkampungan itu. Mereka yang mati ditenggelamkan di telaga merah karena tidak ingin semua warga terkena kutukan, namun sayngnya sekali lagi itu hanyalah akal bulus. Setelah mayat ditenggelamkan, Pondra tabib yang sangat dihormati, akan membawa mayat itu ke pondok kecilnya ditengh hutan. Mayat itu akan menjadi bahan percobaanya untuk menemukan obat penawar penyakit sisik hitam.
Sekilas dilihat dari judul, awalnya berpikir apakah mungkin ceritanya tentang upacara ritual yang berhubungan dengan hal magis, namun ternyata walau tidak ada hubungan dengan hal itu cukup menegangkan dan seru sekali ceritanya. Bagaimana perjuangan orang buangan mencari jalan keuar menuju peradaban, mereka sendiri harus berperang melawan orang sisik hitam dan orang-orang mereka sendiri. Baku hantam, saling bunuh pun tak bisa dielakkan, hanya beberapa yang berhasil keluar dan tanpa mereka sadari perjuangan belum selesai karena di luar hutan banyak yang tak menginginkan keberadaan orang buangan.
Senin, 24 Juni 2024
REVIEW ILUSI IMPERIA
Judul : Ilusi Imperia (Novel 1)
Penulis : Akmal Nasery Basral
Penerbit : Gramedia
Cetakan : 2, Mei 2018
Tebal : 380 halaman
Peresensi : Elok mayangsari
Wikan Larasati seorang reporter baru ditugaskan untuk meliput dan mewawancarai penyanyi yang sedang naik daun, yakni Melanie Capricia atau yang lebih populer dengan panggilan MC. Walaupun melakukan dengan setengah hati karena menurutnya meliput artis adalah hal yang biasa sementara Wikan adalah seorang yang cerdas dan seharusnya ditugaskan meliput hal yang lebih dari ini. Namun setelah berbincang dengan MC secara pribadi, ia menemukan sisi seorang diva yang sangat berbeda bila tampil di atas panggung, siapa yang menyangka bahwa MC yang seperti boneka barbie dengan suara yang ala kadarnya adalah seorang wanita yang sangat cerdas.
Siapa sangka antusias Wikan semakin tinggi setelah tersiar kabar bahwa seorasng pengacara bernama Rangga Tohjaya tewas dan tubuhnya terkoyak oleh peluru yang khusus diciptakan untuk membasmi gangster di Amerika Serikat. Rangga sendiri pernah menjadi pengacara MC dalam kasus plagiarisme yang melibatkan MC, suaminya, Marendra seorang komposer dan gitaris jenius serta perusahaan rekaman dimana MC bernaung. Tentu saja pada saat itu Rangga berhasil meloloskan MC dari jerat hukum dan nama seorang Rangga Tohjoyo menjadi semakin terkenal hingga saat ini, apalagi dia adalah keponakan dari seorang Jendral Purnawirawan yang tersohor dan mempunyai bisnis raksasa sehingga semakin melambunglah karirnya.
Tewasnya Rangga disinyalir ada kaitannya dengan Marendra karena sebelumnya mereka sempat adu mulut dan Rendra sempat mengancam ingin membunuh Rangga. Masalah semakin rumit dan MC menghilang begitu saja. Wikan dengan segenap kemampuannya menyusul MC ke Jerman setelah mendapat info valid keberadaan sang diva. Ia hanya ingin mengetahui apakah memang Rendra terlibat atau malah sepasang suami istri itu yang terlibat dalam tewasnya Rangga. Namun dibawah patung imperia, patung yang sangat dipuja, dikagumi oleh MC, sebuah fakta terungkap dengan sendirinya. Menyakitkan ternyata apabila orang yang paling kita sayang berkali-kali menusuk dari belakang, bahkan seseorang yang katanya sangat memuja, mencintai, menyayaginya sehingga MC rela memberikan tubuhnya malah mencampakkan dengan cara yang sangat menyedihkan.
Rabu, 03 April 2024
REVIEW BUKU DARK ROAD TO DARJEELING
Judul : Dark Road To Darjeeling
Judul Terjemahan : Bayangan Kelam Menuju Darjeeling
Penulis : Deanna Raybourn
Penerbit : Gramedia
Terbit : Jakarta, 2015
Tebal : 496 halaman
Peresensi : Elok
Memberanikan diri untuk menantang diri sendiri membaca hisrom dan sebenarnya pas mulai baca udah ragu-ragu juga takut berhenti di tengah jalan dan bener juga sempet nyerah, tutup buku. Tapi dipikir lagi kok sayang ya ga di selesaikan jadilah lanjut saja. Bab 1-8 karena flat, belum ada ketegangan jadinya berasa ngantuk tapi tetep berusaha maksimal. Bab 9 mulai ada ketegangan yang muncul sedikit dan pada akhirnya menikmati.
Lady Julia membantu portia untuk menyelidiki kematian dari suami mantan kekasihnya. Portia menganggap Freddie, suami dari Jane dibunuh. Mulailah Julia menuju Darjeeling untuk mengungkap misteri ini. Ia menggunakan cara seperti Poirot dalam cerita Agatha Christie, yakni mengumpulkan berbagai informasi dari semua teman, keluarga, tetangga yang berjarak dekat dengan Freddie. Mengamati dan melakukan pendekatan ke semua orang untuk dapat mengulik informasi apapun yang kemungkinan sangat dibutuhkan. Sampai pada akhirnya menemukan fakta bahwa Freddie terkena racun, lalu siapakah yang meracuninya. Berbagai gambaran tersangka berkelebat dalam benak Julia, siapupun itu pastilah ada keuntungan yang didapat dari hasil membunuh Freddie.
Kalau cerita ini diberi sentuhan ketegangan yang agak banyak mungkin yang suka genre thriller lebih bisa menikmati karerna menurutku lumayan datar padahal ide ceritanya bagus. Mungkin memang harus berlatih membaca genre hisrom lebih banyak lagi biar dapat menikmati.
Minggu, 21 Januari 2024
REVIEW THE PURLOINED BOOK
Judul : The Purloined Book
Judul Terjemahan : Skenario Curian
Penulis : You Sun Dong
Penerbit : Bhuana Sastra
Tahun Terbit : 2020
Tebal : 305 halaman
Peresensi : elok mayangsari
Ketika seseorang menjalankan profesinya dengan hati yang bahagia, senang, tidak mempunyai target apapun seringkali hasilnya akan jauh dari ekspektasi. Jika keberhasilan itu tidak dianggap sebagai beban untuk mengeluarkan karya selanjutnya yang harus berhasil dari sebelumnya dan tidak menggunakan cara yang kotor maka mungkin kepopuleran akan bertahan lama. Orang menganggap mempertahankan posisi di atas adalah beban yang sangat berat hingga sering menggunakan cara yang licik agar tetap dianggap, dipandang "lebih".
Seo Dong Yoon merupakan penulis skenario film, setelah debut pertamanya melambung, ia merasa sangat susah untuk membuat skenario yang bagus. Semua hasil karnyanya di tolak, bahkan ada yang selalu di revisi berulang kali tanpa ada kejelasan. Ia mengajak dua orang mahasiswanya untuk bergabung dalam tim agar bersama menghasilkan karya yang dapat mempertahankan kepopulerannya. Saat ia sedang membaca hasil karangan murid-muridnya, ia tertarik dengan salah satu hasil karya Kim Yeong Ho dan berniat untuk merekrutnya dalam tim, namun Kim menolak. Seo Dong lalu mengajaknya bertemu dengan maksud untuk merayunya dan lagi-lagi Kim tetap menolak hingga akhirnya merekapun berpisah. Keesokan harinya Kim ditemukan tewas dengan mengenaskan, dan Seo Dong Yoon pun dijadikan tersangka karena merupakan orang terakhir yang bertemu dengan Kim. Tugas skenario yang ditulis Kim pun diganti lalu di pasarkan dan kemudian sukses dengan gemilang, membuat Seo Dong merasa bangga. Namun terorpun mulai tercium hingga penulis pendamping yang merupakan kawan lamanyapun tewas setelah bertemu dengannya bahkan Seo Dong Yoon pun diculik. Penculik mengikat kakinya dengan rantai besi di sebuah kamar, ia memaksa Seo Dong untuk menciptakan sebuah skenario yang bagus dan tidak boleh ada kesalahan. Bila ada kesalahan maka ia akan dihukum dengan sadis. Dalam masa penculikan Seo Dong menyhadari bahwa ia berperilaku sama dengan penculik, memaksa timnya bekerja keras demi karya fenomenal, dan bila tidak sesuai maka ia akan marah dengan lantang tanpa peduli kelelahan fisik maupun batin timnya. Ia baru memahami bagaimana rasanya ditindas dengan pekerjaan dan tidak dihargai.
Yang menarik dalam buku ini adalah judul di setiap bab merupakan judul dari skenario-skenario, entah itu skenario film ataupun drama. Walaupun dalam buku ini tidak terlalu menegangkan namun hikmah nya sangat dalam bahwa kita tidak boleh terpedaya dengan segala kepopuleran, kemewahan, sanjungan, semua itu akan segera sirna jika kita tidak berusaha untuk menghasilkan karya lain yang lebih bagus lagi dan tentu saja hasil karya itu harus dari hati bukan mencuri dan memplagiat.