Tampilkan postingan dengan label thriller psychology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label thriller psychology. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 September 2024

BLIND EYE

Judul Asli : Blind Eye
Judul Terjemahan : Blind Eye
Pengarang : James B. Stewart
Penerbit : Dastan Books
Tebal : 552 halaman
Ukuran : 14 x 21 cm
ISBN : 978-979-3972-18-3
Cetakan : 1, Jakarta 2007
Kategori : Non Fiksi
Genre : Thriller Psychology



BLURB

Seorang dokter Psikopat menjadi pembunuh berantai. Tiga puluh lima orang pasien tewas diracun. Sejumlah paramedis juga ikut menjadi korbannya. FBI menyatakan sang dokter bertanggung jawab atas enam puluh pembunuhan. Ia dijuluki sebagai Dokter Pencabut Nyawa...

Tiada yang percaya bahwa seorang dokter muda yang tampan bisa menjadi seorang pembunuh berantai. Di mana pun ia praktik, Dr. Michael Swango tampak seperti seorang dokter ideal. Hingga kemudian nyawa para pasiennya mulai melayang secara misterius. Namun anehnya, ia selalu bisa lolos dari tuduhan pembunuhan.

Saat tidak ada lagi rumah sakit di Amerika Serikat yang mau mempekerjakannya, Swango praktik di sebuah rumah sakit di Zimbabwe, Afrika. Korban pun kembali berjatuhan. Selama lima belas tahun bergelut dengan dunia kedokteran, Swango diyakini telah menghilangkan ratusan nyawa.

Michael Swango, dokter yang terobsesi dengan kematian yang sadis, adalah pembunuh berantai terkejam dan paling banyak memakan korban dalam sejarah Amerika. Inilah kisah petualangan mautnya.


REVIEW

Michael adalah anak ke dua dari tiga putera Muriel dan John Virgil Swango. Ia adalah seorang yang berprestasi, mulai dari pelajar teladan, prestasi di bidang musik hingga mendapatkan berbagai macam penghargaan. Karena minimnya pengetahuan tentang pendidikkan maka Michael memutuskan memasuki akademi militer seperti kebanyakan pemuda lain di daerahnya. Dalam pendidikkan militerpun ia selalu memperoleh nilai yang nyaris sempurna dan disinilah ia mulai mengagumi persenjataan, menunjukkan minat yang kuat terhadap foto-foto tabrakan mobil , yang kemudian perilakunya ini muali dianggap aneh oleh teman-temannya. Disini pulalah ia menaruh minat yang dalam untuk masuk ke dalam bidang kedokteran. 

Swango kemudian melanjutkan cita-citanya untuk menjadi dokter  dengan mengambil kuliah pra kedokteran di universitas lokal. Di perguruan tinggi ia menjadi mahasiswa terkenal, unggulan, dan selalu belajar mati-matian sehingga tidak ada waktu untuuk bersosialisasi. Ia menekuni ilmu bedah syaraf salah satu ilmu yang paling menarik minatnya dan tetap menghabiskan waktunya dengan belajar dan terus belajar. Namun ada keanehan dalam dirinya yang dirasakan oleh teman-teman sejawatnmya, Swango sangat tertarik pada pasien-pasien dengan kondisi terparah dan apabila ada salah satu pasiennya yang meninggal maka ia tidak menampakkan rasa empatinya, bahkan ia menganggap itu hanyalah kejadian biasa saja.

Swango kemudian melanjutkan sepak terjangnya di bidang kedokteran. Tapi banyak hal yang membuatnya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Hal ini dikarenakan banyaknya pasien yang meninggal setelah ia masuk ke kamar pasien tersebut, padahal kondisi pasien sebelumnya dalam keadaan baik-baik saja. Namun hal ini tidak melibatkan hukum sehingga yang ada dia hanya di pindah tempat bertugas saja dan semakin banyak korban yang berjatuhan dan yang paling parah adalah pada saat ia bertugas di Afrika.

Novel ini sangat memukau, seorang dokter yang unggul, teladan, berbakat ternyata mempunyai sisi kejam yakni membunuh dengan kejam ratusan pasien. Bagaimana bisa tidak terdeteksi bahwa ada jiwa psikopat dalam kepribadiannya dan bisa langsung lolos menjadi dokter yang tugasnya seharusnya adalah menolong orang tapi kemudian beralih menjadi pembunuh. Novel ini sedikit agak membosankan karena narasi yang terlalu detail dan panjang tapi tidak menghilangkan isi dari cerita ini. Sangat recomended untuk pecinta psychology thriller.

Sabtu, 11 Januari 2020

THE MISSING

Judul Asli :The Missing
Judul Terjemahan : The Missing
Penerbit : Dastan Books
Tebal : 392 halaman
Ukuran : 12.5 x 19 cm
Cetakan : 2, Jakarta 2014
ISBN : 978-602-247-158-5
Kategori : Fiksi
Genre : Thriller psychology


BLURB

Belasan wanita hilang diculik. Berpuluh tahun kemudian mereka ditemukan dalam keadaan sangat mengenaskan, baik mati maupun hidup. Mereka dijadikan permainan, seperti tikus yang dikurung dalam labirin penyiksaan. Tiap perubahan yang terjadi pada mereka, sejak mulai diculik hingga mati, diabadikan si pelaku dengan foto. Mereka yang masih bisa bertahan hidup ditemukan tinggal tulang berbalut kulit yang telah ditumbuhi bulu-bulu putih halus - seperi layaknya binatang.
Jelas bahwa ini bukan kasus penculikan dan pembunuhan biasa. Si pelaku - yang dijuluki sebagai The Traveler - jelas sangat menikmati tiap derita yang dirasakan para korban setiap harinya selama puluhan tahun. Tiap korban dipelihara layaknya hewan percobaan untuk dinikmati rasa sakitnya. Para wanita tersebut dibiarkan hidup selama puluhan tahun hanya untuk merasakan siksaan ekstrem.

Bersama FBI, Darby McCormick - crime scene investigator kepolisian Boston - berusaha memecahkan kasus ini dan menghentikan sepak terjang si pelaku. Sebelum ia kembali beraksi - bermain-main dengan rasa takut dan penderitaan para wanita korbannya!.

REVIEW
Kali ini novel yang ku baca ber genre thriller psychology yang ternyata ceritanya sangat seru, penuh petualangan dan seperti biasa penuh dengan ketegangan, teka-teki. Benar-benar sangat rekomendasi bagi pecinta thriller

THE DEVIL'S DNA

Judul Asli : The Devil's DNA
Judul Terjemahan : The Devil's DNA
Pengarang : Peter Blauner
Penerbit : Dastan Books
Tebal : 532 halaman
Ukuran : 12.5 x 19 cm
ISBN : 978-979-3972-35-0
Cetakan : 2, tahun 2009
Genre : Thriller Psychology
Kategori : Fiksi
Rating : 5/5


BLURB


1983
Allison Wallis, seorang dokter muda, ditemukan tewas mengenaskan di dalam apartemennya di Manhattan. Detektif Francis X. Loughlin menangani kasus ini. Ini adalah kasus besar pertamanya. Kecurigaan terrtuju pada Julian "Hoolian" Vega, anak pengawas gedung apartemen Allison. Hoolian adalah seorang pelajar sekolah KAtolik, penggemar fiksi-ilmiah berusia tujuh belas tahun. Francis berhasil menyeret Hoolian ke penjara. Kasus pun ditutup.

2003
Francis menjelang masa pensiunnya dan terancam mengalami kebutaan. Di penghujung kariernya itu, ia kembali menangani kasus besar. Lagi-lagi pembunuhan seorang dokter wanita muda. Korban kali ini pun memiliki kemiripan fisik dengan Allison Wallis. Kebetulan, Hoolian saat itu telah bebas dan bekerja di daerah TKP. Awalnya ini tampak seperti kasus mudah, sampai kemudian diketahui fakta bahwa DNA pembunuh yang ditemukan di bawah kuku korban adalah DNA Allison Wallis-korban pembunuhan 20 tahun lalu!.

Detektif Francis X. Loughlin berusaha menuntaskan kasus ini untuk selamanya. Sebelum ia mengalami kebutaan, sebelum sang pembunuh beraksi kembali.

REVIEW
Novel ini bergenre thriller psyvhology yang dikemas dengan sangat apik. Menyajikan seorang yang telah di vonis selama 20 tahun terkait kasus pembunuhan yang sebenarnya tidak ia lakukan. Hal ini baru terkuak setelah 20 tahun kemudian karena adanya kasus pembunuhan yang berkaitan dengan pembunuhan yang terjadi pada 20 tahun yang lalu. 
Seorang detektif Polisi, Francis Loughlin dihadapkan pada kasus pembunuhan yang memiliki kemiripan dengan korban kasus pembunuhan 20 tahun yang lalu. Ia kemudian kembali membuka data-data kasus yang telah usang dan berharap tak ada kesalahan pada masa lalu. Namun siapa sangka kasus ini malah membuatnya bingung dan seakan buntu, tak ada titik terang. Mengapa DNA pembunuh sekarang adalah DNA Allison Wallis ? Padahal Allison Wallis adalah korban pembunhan di masa lalu, bagaimana muingkin hal ini bisa terjadi. Ia mulai ragu, apakah benar terdakwa yang dahulu dijebloskan ke dalam penjara adalah memang pelakunya? Ataukah kasus 20 tahun yang lalu telah salah mendakwa seseorang ? . Francis dalam masa pra pensiunnya harus berjuang mencari bukti-bukti kembali. Hal ini tidaklah mudah karena kejadian yang sudah lama sangat mungkin memudarkan dan menghapus semua bukti di TKP, bahkan mungkin saksi atau daftar orang-orang yang bisa di interview terkait kejadian 20 tahun silam sudah tiada, kalaupun masih hidup apakah akan ada yang ingat apa yang sebenarnya terjadi pada waktu itu. 
Novel ini secara keseluruhan ceritanya bagus, tidak rumit, gampang dicerna dan dipahami, tidak membosankan sehingga rasanya ingin segera loncat ke halaman terakhir untuk tau siapa pelaku sesungguhnya. Mampu mengajak pembaca untuk merasakan terlibat dalam teka teki misterius ini.